Wakil Ketua I DPRD yang juga anggota fraksi Partai Gerindra DPRD Kotim, Juliansyah.
SAMPIT.INDOBORNEONEWS – Kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat menjadi salah satu fokus Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Juliansyah. Melalui kegiatan reses Masa Persidangan I Tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) V, ia menyerap berbagai aspirasi warga Desa Karang Sari hingga Karang Tunggal untuk diperjuangkan dalam agenda pembangunan daerah.
Beragam harapan disampaikan masyarakat, mulai dari peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan, penerangan lingkungan, fasilitas olahraga, hingga dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan pengembangan usaha masyarakat. Aspirasi tersebut mencerminkan semangat warga untuk terus membangun desa agar semakin maju, nyaman, dan memberikan peluang kesejahteraan yang lebih baik.
Bagi Juliansyah, reses bukan sekadar agenda rutin anggota legislatif, melainkan kesempatan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sekaligus memahami persoalan yang dihadapi warga di lapangan. Masukan yang dihimpun menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Ia menilai, pembangunan yang baik perlu berangkat dari aspirasi warga. Dengan mendengarkan kebutuhan masyarakat secara langsung, program yang direncanakan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dan mendukung kemajuan desa secara berkelanjutan.
“Melalui reses ini, kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan akan kami rangkum dan perjuangkan agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan daerah,” ujar Juliansyah, Kamis (15/10/2026).
Di Desa Karang Tunggal, warga menyampaikan sejumlah usulan yang berkaitan dengan peningkatan akses dan kenyamanan lingkungan. Di antaranya pembangunan jalan usaha tani, pembangunan jembatan Sungai Tinjau, serta pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU).
Peningkatan jalan usaha tani dan pembangunan jembatan diharapkan mampu menunjang aktivitas masyarakat, khususnya dalam mendukung kegiatan pertanian serta memperlancar mobilitas warga. Infrastruktur yang memadai dinilai memiliki peran penting dalam membuka akses ekonomi dan membantu masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari.
Selain itu, usulan pemasangan PJU menjadi perhatian warga untuk mendukung penerangan lingkungan. Masyarakat juga menyampaikan kebutuhan pengadaan 12 unit kipas angin dan meja kerja guna menunjang kelengkapan fasilitas yang diperlukan.
Sementara itu, warga Desa Karang Sari turut menyampaikan harapan agar tersedia lapangan voli sebagai sarana olahraga dan ruang berkumpul masyarakat. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendorong aktivitas positif, mempererat kebersamaan, sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang olahraga.
Aspirasi lainnya mencakup bantuan untuk usaha lingkungan serta dukungan terhadap kegiatan keagamaan, termasuk pengadaan alat habsi. Usulan tersebut menunjukkan besarnya harapan masyarakat agar pembangunan desa tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga memperhatikan kebutuhan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan ekonomi.
Juliansyah memandang berbagai usulan tersebut sebagai masukan penting dalam upaya mendorong pembangunan yang lebih merata. Menurutnya, kemajuan daerah perlu ditopang oleh infrastruktur yang memadai, fasilitas sosial yang layak, serta dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Perhatian terhadap pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) juga menjadi bagian dari aspirasi yang dihimpun. Dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Dengan berkembangnya usaha masyarakat, peluang peningkatan pendapatan keluarga juga diharapkan semakin terbuka. Karena itu, pembangunan fisik dan pemberdayaan ekonomi perlu berjalan beriringan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas.
Selain menyampaikan kebutuhan pembangunan, masyarakat juga berharap dapat terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan program. Keterlibatan tersebut penting untuk memastikan pembangunan sesuai dengan kebutuhan warga serta memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Juliansyah menegaskan, seluruh aspirasi yang dihimpun melalui reses akan menjadi bahan untuk disampaikan kepada pemerintah daerah. Ia berharap usulan masyarakat dapat dicermati dan dipertimbangkan sesuai skala prioritas serta kemampuan anggaran daerah.
“Kami berharap aspirasi masyarakat ini mendapat perhatian dan tindak lanjut dari Bupati bersama jajaran pemerintah daerah. Tujuan akhirnya adalah agar kebutuhan warga dapat terakomodasi secara bertahap dan pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Wakil Ketua I DPRD Kotim tersebut berharap aspirasi dari Desa Karang Sari, Karang Tunggal, dan wilayah lain di Dapil V dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang lebih merata. Baginya, mendengar suara masyarakat merupakan langkah penting untuk memastikan arah pembangunan tetap berpijak pada kebutuhan warga.
Melalui komunikasi yang berkelanjutan antara masyarakat, DPRD, dan pemerintah daerah, berbagai usulan tersebut diharapkan dapat menemukan jalan tindak lanjut yang tepat. Dengan demikian, harapan warga terhadap akses yang lebih baik, lingkungan yang nyaman, fasilitas sosial yang memadai, serta peluang ekonomi yang semakin terbuka dapat terus didorong demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat Kotim. (S)












