Konfercab PGRI Baamang 2026–2031, di Kantor Sekretariat PGRI Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jalan Ahmad Yani, Sampit, Sabtu (17/10/2026).
SAMPIT.INDOBORNEONEWS – Semangat kebersamaan dan komitmen memajukan pendidikan mewarnai Konferensi Cabang (Konfercab) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Baamang masa bakti 2026–2031. Mengusung tema “Guru Hebat, PGRI Kuat, Pendidikan Bermutu, Indonesia Maju”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat solidaritas, meningkatkan profesionalisme guru, serta mendorong peran organisasi dalam mendukung kemajuan pendidikan.
Konfercab berlangsung di Kantor Sekretariat PGRI Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jalan Ahmad Yani, Sampit, Sabtu (17/10/2026). Nampak suasana berlangsung sangat meriah, dengan antusiasme para peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan sebagai wujud kebersamaan dan semangat membangun organisasi.
Ketua PGRI Kotim, Mahbub, S.Pd., mengatakan PGRI harus terus menjadi organisasi yang mengedepankan solidaritas, kepedulian, dan manfaat nyata bagi anggotanya. Menurutnya, kekuatan organisasi tidak semata-mata diukur dari kemeriahan kegiatan, tetapi dari kontribusi dan kepedulian yang diberikan kepada guru maupun masyarakat.
“Kita tidak perlu mewah, tetapi bermakna. Saya ingin mengoptimalkan potensi yang ada di dalam organisasi sendiri karena PGRI merupakan organisasi solidaritas dan sosial,” ujarnya.
Mahbub mencontohkan semangat kepedulian anggota PGRI ketika membantu seorang guru yang mengalami musibah kebakaran. Bantuan sekitar Rp40 juta yang dihimpun dari iuran guru menjadi salah satu bentuk nyata kebersamaan dan kepedulian antarsesama anggota.
“Solidaritas itu jangan hanya menjadi slogan. Kita harus menunjukkan kepedulian melalui tindakan nyata, sesuai kemampuan yang kita miliki,” katanya.
Ia berharap kepengurusan PGRI Baamang masa bakti 2026–2031 dapat semakin memperkuat kebersamaan, meningkatkan pelayanan kepada anggota, serta menjalankan program-program yang mendukung profesionalisme dan kesejahteraan guru.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Baamang, Hasanuddin, MS, M.Pd., menyampaikan bahwa selama masa kepengurusannya, berbagai kegiatan telah dilaksanakan melalui kolaborasi dengan sejumlah pihak, terutama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKS).
Kegiatan tersebut meliputi gerak jalan, lomba keterampilan baris-berbaris (LKBB), serta perkemahan penggalang tingkat Kecamatan Baamang. PGRI Baamang juga berhasil menorehkan prestasi dalam sejumlah perlombaan yang diselenggarakan pengurus daerah.
Selain kegiatan pengembangan kebersamaan dan prestasi, Hasanuddin menyebut pengurusan Kartu Tanda Anggota (KTA) PGRI secara gratis sebelum penerapan sistem berbasis daring menjadi salah satu bentuk pelayanan kepada anggota.
Ia menjelaskan, Konfercab merupakan forum organisasi untuk mengevaluasi program kerja, menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus, sekaligus menentukan kepengurusan berikutnya melalui mekanisme yang telah ditetapkan.
“Melalui Konfercab ini, kami berharap kepengurusan yang baru dapat melanjutkan program-program yang sudah berjalan baik, meningkatkan pelayanan kepada anggota, serta menjaga kebersamaan di lingkungan PGRI Baamang. Organisasi ini harus terus menjadi wadah yang memberi manfaat bagi guru dan mendukung kemajuan pendidikan,” ungkap Hasanuddin.
Dalam konferensi tersebut, sebanyak 127 peserta memiliki hak suara. Proses pemilihan kepengurusan baru diharapkan berlangsung sesuai mekanisme organisasi dan menghasilkan pemimpin yang mampu melanjutkan program positif serta memperkuat solidaritas para guru.
Dukungan terhadap penguatan organisasi juga disampaikan Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kotim, Edie Sucipto, S.Pd.I., M.Pd. Ia menilai PGRI merupakan mitra strategis Dinas Pendidikan dalam meningkatkan kompetensi dan mengembangkan karier tenaga pendidik.
“Dinas Pendidikan dan PGRI merupakan mitra strategis dalam urusan pengembangan profesi. Karena itu, kolaborasi keduanya perlu terus diperkuat agar peningkatan kualitas guru dapat berjalan maksimal,” ujarnya.
Edie menjelaskan, pengembangan kompetensi guru dapat dilakukan melalui berbagai wadah, seperti Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), serta kelompok kerja kepala sekolah. Melalui sinergi dengan PGRI, upaya peningkatan kapasitas guru diharapkan semakin terarah dan sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan.
Dinas Pendidikan Kotim melalui bidang GTK juga membuka peluang kolaborasi dengan PGRI dalam kegiatan pengembangan profesi, termasuk lokakarya atau workshop peningkatan kompetensi guru. Dengan demikian, kegiatan organisasi tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga memberikan manfaat bagi pengembangan kemampuan tenaga pendidik.
Edie berharap kepengurusan baru dapat menjalankan organisasi sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), menjaga solidaritas anggota, serta turut mengawal pemenuhan hak-hak guru. Ia juga mengapresiasi kontribusi pengurus sebelumnya dan berharap proses pemilihan ketua berlangsung secara objektif, transparan, serta demokratis.
Melalui Konfercab PGRI Baamang masa bakti 2026–2031, semangat “Guru Hebat, PGRI Kuat, Pendidikan Bermutu, Indonesia Maju” diharapkan semakin terwujud melalui program kerja berkelanjutan, kolaborasi yang kuat, dan kepedulian terhadap sesama anggota.
Dengan organisasi yang solid dan guru yang terus meningkatkan kompetensinya, PGRI diharapkan semakin berkontribusi dalam memperkuat profesionalisme tenaga pendidik, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mewujudkan pendidikan bermutu di Kabupaten Kotawaringin Timur. (S)












