Pemilik toko Emas Mitra Baru di kawasan PPM Sampit, Muliana Sari saat memperlihatkan produk emas dietalase
SAMPIT.INDOBORNEONEWS – Perubahan aktivitas masyarakat selama musim kemarau dan kabut asap turut memengaruhi dinamika perdagangan emas di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Di tengah kondisi tersebut, Perhiasan emas terutama kadar 375 dan 99 masih menjadi pilihan konsumen. Pedagang pun terus berupaya menjaga minat pembeli melalui promosi, pembaruan model, dan peningkatan pelayanan.
Dinamika itu dirasakan Toko Emas Mitra Baru yang berada di kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit. Pemilik toko, Muliana Sari, mengatakan aktivitas pembeli dalam empat bulan terakhir mengalami perubahan dibandingkan kondisi biasanya. Kunjungan yang umumnya meningkat pada akhir pekan kini tidak seramai sebelumnya.
Menurut Muliana, cuaca yang kurang mendukung, termasuk kemarau disertai kabut asap, menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi keinginan masyarakat untuk beraktivitas di luar rumah.
Ia memperkirakan jumlah pembeli yang biasanya berada di kisaran 60 persen kini turun menjadi sekitar 40 persen. Sementara itu, aktivitas penjualan juga mengalami penurunan sekitar 10 persen dibandingkan hari-hari normal.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat pihaknya berhenti mencari cara untuk menarik minat konsumen. Berbagai strategi dilakukan agar pelanggan tetap tertarik datang, melihat koleksi, dan memilih perhiasan sesuai kebutuhan.
“Biasanya kalau akhir pekan, orang yang datang ke pasar cukup ramai. Sekarang memang ada sedikit pengurangan. Namun, kami tetap berusaha menarik pelanggan melalui berbagai promo,” ujar Muliana, Rabu (21/10/2026).
Salah satu strategi yang diterapkan adalah promosi setiap Jumat hingga Minggu. Program tersebut menawarkan pembelian tanpa ongkos serta pemberian suvenir kepada pelanggan.
Menurut Muliana, promosi menjadi salah satu upaya untuk menjaga hubungan dengan konsumen sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat yang ingin membeli perhiasan. Setelah program tersebut dijalankan, kunjungan ke tokonya mulai terasa lebih ramai.
“Alhamdulillah, sekarang lumayan ramai lagi. Kami berusaha membuat promo pada Jumat, Sabtu, dan Minggu agar masyarakat tertarik datang. Kami juga menyediakan suvenir untuk pelanggan,” katanya.
Di tengah perubahan aktivitas pasar, pilihan produk tetap menjadi daya tarik tersendiri. Muliana mengatakan cincin masih menjadi jenis perhiasan yang paling banyak diminati. Emas kadar 375 dan 99 juga memiliki pelanggan tersendiri karena tersedia dalam beragam model.
Cincin banyak dipilih karena dapat menunjang penampilan sehari-hari. Sementara itu, perkembangan desain memberikan lebih banyak alternatif bagi konsumen untuk menyesuaikan pilihan dengan selera dan anggaran masing-masing.
Karena itu, pembaruan koleksi menjadi perhatian pihak toko agar model yang tersedia tetap menarik bagi pelanggan. Selain mengikuti tren, pedagang juga perlu menjaga kualitas barang dan pelayanan untuk membangun kepercayaan konsumen.
Muliana mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan serta memperbarui suvenir yang diberikan kepada pembeli. Langkah tersebut diharapkan membuat pelanggan merasa nyaman saat berbelanja dan memiliki pengalaman yang baik ketika bertransaksi.
“Kami selalu berusaha memperbaiki pelayanan dan menjaga kualitas barang. Suvenir juga terus kami perbarui dengan pilihan yang bagus dan menarik, supaya pelanggan senang dan kembali berbelanja,” tuturnya.
Dari sisi harga, Muliana menyebut harga emas pada awal pekan mengalami penurunan sekitar Rp10 ribu. Perubahan tersebut menjadi salah satu pertimbangan bagi masyarakat sebelum memutuskan membeli perhiasan.
Berikut daftar harga emas berdasarkan informasi dari pihak toko:
- Emas kadar 999: Rp2.350.000
- Emas kadar 750: Rp1.980.000
- Emas kadar 700: Rp1.820.000
- Emas kadar 420: Rp1.120.000
- Emas kadar 375: Rp1.070.000
- Emasku Galeri: Rp2.600.000
- Emas Antam: Rp2.800.000
Harga tersebut berdasarkan informasi dari pihak toko dan dapat berubah mengikuti pergerakan harga emas. Satuan berat untuk setiap nominal harga perlu dikonfirmasi kembali kepada pihak toko sebelum dijadikan acuan transaksi.
Bagi pedagang, perubahan aktivitas pasar menjadi tantangan untuk terus menyesuaikan strategi usaha dengan kebutuhan masyarakat. Pembaruan koleksi, promosi, serta pelayanan menjadi langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kedekatan dengan pelanggan.
Di PPM Sampit, upaya tersebut menjadi bagian dari dinamika perdagangan emas yang terus berjalan. Meski kunjungan pembeli mengalami perubahan selama periode kemarau, pedagang tetap berusaha menghadirkan pilihan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. (S)












