SAMPIT.Indoborneonews.com – Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pelindo Regional 3 melalui Terminal Sampit memastikan seluruh layanan penumpang dan barang tetap berjalan aman dan terkendali. Berbagai langkah penguatan layanan dilakukan, termasuk pendirian Posko Nataru serta penyesuaian operasional sesuai kondisi cuaca.
Junior Manager Pelayanan Terminal Sampit, Tri Purbo Waluyojati, mengatakan pelayanan selama Nataru pada dasarnya tetap berjalan normal. Namun, setiap aktivitas akan dievaluasi berdasarkan kondisi cuaca yang saat ini cenderung tidak menentu.
“Kalau di lapangan kondisi hujan atau angin sudah tidak memungkinkan, pelayanan barang bisa kita hentikan sementara. Faktor keselamatan yang kita utamakan,” ujarnya, Jumat (5/11/2025).
Menurut Tri, keputusan penghentian pelayanan tidak hanya diambil Pelindo, tetapi juga mempertimbangkan masukan dari kru kapal dan operator yang mengetahui kondisi lapangan secara langsung.
Untuk pelayanan penumpang, Pelindo berkoordinasi intensif dengan operator kapal seperti Pelni, DLU, ELU, dan PLI, terutama ketika terjadi hujan saat proses naik penumpang (embarkasi). Penyesuaian jadwal bisa dilakukan, meski keputusan penundaan keberangkatan tetap berada pada regulator.
“Jika hujan turun saat embarkasi, kami komunikasikan apakah tetap sesuai jadwal atau ditunda. Penundaan singkat masih wajar dilakukan demi kenyamanan,” jelas Tri.
Pelindo juga menyediakan fasilitas payung untuk mengantisipasi hujan saat calon penumpang memasuki terminal.
Dalam periode Nataru kali ini, Pelni diperkirakan menambah jumlah kapal dari dua menjadi empat kapal dalam sebulan. Sementara operator lain seperti DLU tetap berada pada kisaran 8–10 kedatangan kapal bulanan.
Meski demikian, hingga awal Desember jumlah penumpang masih stabil di angka 270–300 orang per kapal. Tri memperkirakan lonjakan baru akan terjadi setelah Nataru, mengingat jarak menuju Lebaran 2026 cukup dekat.
Pelindo juga terus meningkatkan fasilitas pelayanan. Mulai November 2025, Terminal Sampit menambah jumlah kursi untuk penumpang serta menerapkan sistem autogate boarding pass.
Dengan sistem ini, penumpang harus memindai tiket sebelum masuk terminal sehingga data penumpang yang naik maupun turun kapal dapat dimonitor secara real-time.
“Dulu cukup menunjukkan tiket, sekarang harus diverifikasi di sistem,” kata Tri.
Ditempat yang sama, Staf Terminal Penumpang Pelindo, Teguh Priantoro, menambahkan bahwa Pelindo mendirikan Posko Nataru 2025–2026 mulai 10 Desember 2025 hingga 9 Januari 2026.
Posko tersebut berfungsi untuk memberikan informasi jadwal kedatangan dan keberangkatan kapal, membantu penumpang, serta mengarahkan arus layanan selama periode ramai.
Tahun ini diprediksi terjadi kenaikan jumlah penumpang 10–13 persen. Dari kapasitas kapal Pelni yang mencapai 600 orang, lonjakan diperkirakan menambah jumlah penumpang menjadi sekitar 660 orang.
Teguh mengimbau para penumpang tetap menjaga kesehatan, barang bawaan, dan mematuhi arahan petugas.
“Harapannya penumpang merasa nyaman saat menggunakan terminal. Jaga kesehatan, jaga barang-barang, dan hati-hati perjalanan. Semoga bisa bertemu keluarga dengan selamat,” tutupnya.












