SAMPIT.Indoborneonews.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham Kalimantan Tengah, terus meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang berkualitas, produktif, dan berdaya guna.
Melalui agenda refleksi dan evaluasi akhir tahun, jajaran Lapas Sampit memperkuat sinergi internal sebagai bekal penting dalam menyongsong target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2026 yang dinilai semakin menantang dan sekaligus strategis.
Kegiatan yang dihadiri langsung Kalapas Sampit, Muhammad Yani bersama Kasi Binadik, Muhammad Taufik Rinaldy, Kasubsi Giatja, Dwinarno, serta seluruh jajaran pelaksana kegiatan kerja ini menjadi ruang konsolidasi yang bukan hanya membahas capaian teknis, tetapi juga menyelaraskan visi, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan soliditas seluruh unsur pelaksana.
Forum tersebut meninjau berbagai keberhasilan yang telah dicapai sepanjang 2025, sekaligus mengidentifikasi kendala yang muncul di lapangan sebagai bahan koreksi dan perbaikan. Langkah ini memastikan setiap program tidak hanya berjalan sesuai target, namun juga memberi manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Selain menekankan pencapaian PNBP, evaluasi ini juga menyoroti pentingnya inovasi, peningkatan produktivitas, penguatan kompetensi petugas, serta optimalisasi berbagai unit kegiatan kerja yang dikelola. Setiap program diarahkan untuk tidak hanya memenuhi indikator kerja, tetapi juga memberi nilai tambah serta kontribusi nyata bagi institusi dan masyarakat.
Kasubsi Giatja, Dwinarno menegaskan bahwa peningkatan kualitas menjadi faktor kunci dalam menjawab tantangan target PNBP yang semakin besar.
“Kami akan terus mendorong pengembangan kegiatan kerja agar semakin produktif, berkualitas, dan efisien. Sinergi, kolaborasi, serta komitmen bersama seluruh jajaran menjadi pondasi utama dalam mencapai target PNBP 2026,” ungkapnya.
Sementara itu, Kalapas Sampit, Muhammad Yani menegaskan bahwa keberhasilan hanya dapat diraih dengan kebersamaan dan kesatuan persepsi seluruh petugas.
“Kita harus bergerak dengan satu pemahaman dan satu tujuan. Dengan kedisiplinan, kebersamaan, serta rasa tanggung jawab yang kuat, saya yakin kita mampu memenuhi bahkan melampaui target PNBP tahun 2026,” tegasnya penuh optimisme.
Dengan semangat baru, sinergi yang semakin kokoh, serta komitmen kuat dari seluruh jajaran, Lapas Kelas IIB Sampit siap melangkah lebih maju. Bukan hanya dalam pencapaian target PNBP, tetapi juga dalam memberikan pelayanan terbaik, meningkatkan kualitas pembinaan, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun negara. (*)












