SAMPIT.Indoborneonews – SDN 2 Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menyatakan siap mengikuti seluruh prosedur pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai arahan pemerintah. Namun, pihak sekolah menegaskan bahwa kebijakan mengarahkan siswa membawa bekal dari rumah bukan karena menunggu realisasi MBG, melainkan merupakan hasil kesepakatan rapat antara pihak sekolah dan orang tua siswa.
Kepala SDN 2 Baamang Hilir, Wahyudiansyah, menjelaskan bahwa kebijakan membawa bekal muncul setelah diberlakukannya sistem lima hari sekolah dengan jam pulang yang lebih siang dari sebelumnya.
“Kami siap mengikuti seluruh prosedur MBG sesuai petunjuk pemerintah. Tapi perlu kami luruskan, kebijakan membawa bekal ini bukan karena menunggu MBG, melainkan hasil rapat guru dan orang tua siswa. Orang tua meminta agar anak bisa membawa bekal dari rumah karena pulang sekolah lebih siang,” ujarnya, Senin (9/2/2026).
Dalam rapat tersebut, orang tua siswa juga mengusulkan pengadaan galon air minum di kelas serta mengizinkan anak-anak membawa makanan sendiri sebagai antisipasi kebutuhan makan selama berada di sekolah.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan membawa bekal bukan kewajiban harian, melainkan bagian dari program sekolah yang selaras dengan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya kebiasaan makan sehat dan bergizi.
“Program sekolah itu sebenarnya sebulan sekali, pada minggu pertama siswa diminta membawa bekal makan sehat dan bergizi, ada nasi, lauk, dan buah. Itu bukan setiap hari,” katanya.
Namun, saat ini sebagian siswa memang membawa bekal karena jam pulang yang lebih siang, terutama kelas 4, 5, dan 6 yang pulang sekitar pukul 13.10 WIB.
“Kalau orang tua mau mengantar bekal saat jam istirahat silakan, kalau tidak pun tidak diwajibkan. Ini hanya mengarahkan, bukan memaksa,” tegasnya.
Terkait Program MBG, Wahyudiansyah mengungkapkan bahwa sekolahnya hingga kini belum menerima distribusi makanan bergizi gratis, meski data siswa telah diserahkan kepada pihak terkait.
“Belum, sampai sekarang belum menerima MBG. Data siswa sudah kami serahkan,” katanya.
Jumlah siswa SDN 2 Baamang Hilir saat ini mencapai sekitar 172 orang dari kelas 1 hingga kelas 6. Ia berharap program MBG dapat segera terealisasi di sekolahnya agar kebutuhan gizi siswa dapat terpenuhi secara merata, terutama bagi anak-anak yang orang tuanya tidak sempat mengantar bekal.
“Kasihan kalau anak pulang siang tidak bawa bekal atau tidak jajan, pasti susah untuk belajar. Mudah-mudahan program ini bisa segera sampai ke sekolah kami,” tuturnya. (TIM.RED)












