SAMPIT.Indoborneonews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyoroti kualitas layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Unit Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Pentingnya transparansi informasi serta menjamin kualitas distribusi air bersih bagi masyarakat di wilayah Samuda dan sekitarnya.
Anggota DPRD Kotim Daerah Pemilihan (Dapil) III, Eddy Mashamy, mengatakan PDAM memiliki peran vital dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di daerah pesisir yang kualitas air tanahnya cenderung payau dan tidak layak konsumsi.
“PDAM bukan sekadar penyedia air, tetapi tulang punggung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari konsumsi, mandi, hingga kebutuhan domestik lainnya. Saya juga sering menerima keluhan masyarakat terkait distribusi air yang tidak stabil,” ujar Eddy, Selasa (10/2/2026).
Ia menekankan bahwa layanan air bersih berkontribusi besar dalam peningkatan sanitasi dan kesehatan masyarakat. Dengan kualitas air yang terfiltrasi dengan baik, risiko penyakit berbasis air dapat ditekan secara signifikan.
Selain itu, ketersediaan air bersih turut menjadi penggerak ekonomi lokal. Eddy menyebutkan bahwa UMKM, warung makan, dan industri rumah tangga di Samuda sangat bergantung pada distribusi air yang stabil untuk menjaga kelangsungan usaha mereka.
Namun demikian, Eddy menyoroti sejumlah aspek layanan yang perlu ditingkatkan. Salah satunya adalah konsistensi tekanan air, yang kerap menurun pada jam-jam sibuk, khususnya pagi dan sore hari. Ia mendorong pengaturan beban distribusi serta pemeliharaan pompa secara berkala agar suplai tetap stabil.
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah kualitas kejernihan air, terutama saat musim hujan atau masa transisi cuaca. Menurutnya, kualitas visual air harus tetap terjaga sesuai standar kesehatan agar masyarakat tidak ragu menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari.
“Transparansi komunikasi juga sangat penting. Jika ada perbaikan pipa atau gangguan teknis yang menyebabkan penghentian distribusi sementara, PDAM harus menyampaikan informasi secara proaktif melalui media sosial atau kanal komunikasi warga,” tegasnya.
Ke depan, Eddy mendorong PDAM Unit Samuda untuk menjalankan sejumlah program strategis, antara lain peremajaan jaringan pipa di titik rawan kebocoran guna menekan tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW), digitalisasi sistem pembayaran dan pengaduan pelanggan, serta edukasi kepada masyarakat terkait penghematan air dan perawatan instalasi pipa rumah tangga.
Politisi PAN yang dikenal kerap membantu masyarakat ini juga mengusulkan program sosial berupa keringanan atau subsidi tarif bagi masyarakat kurang mampu, khususnya di wilayah pesisir Samuda.
“PDAM adalah pelayan publik. Keberhasilan layanan diukur dari seberapa jarang masyarakat mengeluh dan seberapa jernih air yang sampai ke rumah warga. Dengan komunikasi yang terbuka dan sistem teknis yang solid, PDAM dapat menjadi mitra terpercaya bagi masyarakat Samuda,” pungkasnya. (TIMRED)












