Ketersediaan Pangan Terpantau Aman, Bulog Perkuat Distribusi dan Stabilitas Harga

SAMPIT.Indoborneonews.com – Ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan sekitarnya dipastikan dalam kondisi aman. Perum Bulog terus memperkuat distribusi serta menjaga stabilitas harga di tengah dinamika pasokan, khususnya komoditas minyak goreng dan beras.

Kepala Bulog Kantor Cabang Kotim, Muhammad Azwar Fuad, menjelaskan bahwa distribusi minyak goreng program “Minyak Kita” masih didominasi pihak swasta. Hal ini dikarenakan kuota untuk BUMN pangan hanya sekitar 30 persen dari total produksi pabrikan.

“Dari kuota 30 persen itu tidak seluruhnya untuk Bulog, melainkan dibagi dengan ID Food. Sementara sekitar 70 persen lainnya didistribusikan oleh swasta,” ujarnya, Jum’at (10/4/2026)

Menurutnya, Bulog tetap berupaya menjaga ketersediaan di pasaran dengan membuka peluang kemitraan bagi pedagang, khususnya pengecer. Langkah ini dilakukan agar distribusi Minyak Kita bisa lebih merata dengan harga sesuai ketentuan.

Harga eceran tertinggi (HET) Minyak Kita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Namun di tingkat pengecer, harga umumnya dibulatkan menjadi Rp16.000 per liter. “Selama tidak melebihi Rp16.000, masih tergolong aman,” jelasnya.

Terkait sempat tersendatnya pasokan minyak goreng, Azwar menyebut hal itu kemungkinan dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah pada Maret lalu yang memprioritaskan distribusi untuk program bantuan pangan nasional.

Dalam program tersebut, setiap keluarga penerima manfaat memperoleh bantuan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, dengan alokasi dua bulan sekaligus.

“Sehingga di bulan Maret, produsen lebih fokus menyuplai ke program bantuan pangan. Kami berharap di bulan April suplai sudah kembali normal, baik ke Bulog maupun ke distributor swasta,” katanya.

Untuk memperkuat distribusi, Bulog Kotim juga terus menambah jumlah mitra penyalur. Saat ini terdapat sekitar 60 mitra aktif, terdiri dari Rumah Pangan Kita (RPK) dan pedagang umum, dan jumlah tersebut terus bertambah.

“Menjadi mitra Bulog tidak dipungut biaya, cukup melengkapi persyaratan administrasi seperti KTP, NPWP, dan NIB,” tambahnya.

Sementara itu, dari sisi stok, Bulog memastikan ketersediaan pangan dalam kondisi mencukupi. Saat ini, stok cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog Kotim mencapai sekitar 6.900 ton, dengan ketahanan hingga kurang lebih sembilan bulan.

“Kebutuhan bantuan pangan untuk wilayah Kotim, Seruyan, dan Katingan sekitar 1.200 ton. Jadi stok yang ada sangat mencukupi,” tegas Azwar.

Selain beras, Bulog juga memiliki stok gula sekitar 50 ton dan minyak goreng sekitar 40 ribu liter. Meski demikian, Bulog tetap mengantisipasi potensi gangguan produksi beras akibat fenomena El Nino yang berpotensi menyebabkan kekeringan dan gagal panen. Jika hal tersebut terjadi dan berdampak pada kenaikan harga, Bulog akan mengintensifkan penyaluran beras melalui program SPHP serta bantuan pangan.

“Langkah itu untuk menjaga agar harga tetap stabil dan masyarakat tetap mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau,” tandasnya.

Dengan kondisi stok yang aman dan penguatan distribusi, Bulog optimistis stabilitas pangan di wilayah Kotawaringin Timur dan sekitarnya dapat terus terjaga. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *