SAMPIT.Indoborneonews.com – Warga Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali dikejutkan dengan adanya temuan bangkai buaya muara berukuran sekitar tiga meter di bibir sungai wilayah setempat. Temuan tersebut menambah perhatian terhadap potensi keberadaan satwa liar di kawasan perairan tersebut.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotim mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, meski tetap diminta untuk tidak panik.
Anggota DPRD Kotim (Dapil) III, Eddy Mashamy, menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama, mengingat kawasan sungai merupakan habitat alami buaya muara.
“Warga diminta tetap tenang, tetapi harus lebih waspada dalam beraktivitas di sekitar sungai, terutama di wilayah yang dilaporkan terdapat kemunculan buaya,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Ia menekankan pentingnya pembatasan aktivitas di sungai, seperti mandi, mencuci, maupun memancing, terutama pada waktu maghrib hingga subuh yang merupakan waktu aktif buaya mencari makan.
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak bermain di tepian sungai tanpa pendampingan orang dewasa.
Bagi warga yang memiliki ternak di sekitar bantaran sungai, DPRD juga mengimbau agar segera dipindahkan atau diamankan guna menghindari potensi gangguan dari satwa liar.
Politisi PAN ini juga mengingatkan masyarakat agar tidak memprovokasi atau melakukan tindakan yang dapat membahayakan, seperti mendekati atau memberi makan buaya jika ditemukan.
“Jika melihat atau menemukan buaya, segera menjauh dan laporkan kepada aparat desa atau pihak berwenang. Jangan mengambil tindakan sendiri,” tegasnya.
Ia turut menyoroti pentingnya menjaga kebersihan sungai, termasuk tidak membuang bangkai atau sisa makanan ke perairan, karena dapat menarik perhatian satwa liar mendekati permukiman.
Dalam situasi darurat, masyarakat diminta segera melaporkan kepada Ketua RT/RW, perangkat desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, maupun Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat untuk penanganan lebih lanjut.
DPRD Kotim berharap adanya sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menjaga keselamatan bersama serta mencegah potensi konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah Pulau Hanaut. (Red)












