SAMPIT, Indoborneonews.com — Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) bersama Majelis Sholawat Sahabat Karib Sampit menggelar kegiatan Lailatul Milad-Khatm dan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1445 Hijriah, yang berlangsung khidmat dan meriah di Jalan Jeruk I, Gang Rambutan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (10/1/2025).
Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri Kepala TPQ Asmadi, Ketua Yayasan TPA Sahabat Karib Sriyosso, para santri TPA, pengurus majelis sholawat, tokoh agama, serta masyarakat sekitar yang memadati lokasi acara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Maulid Habsyi, dilanjutkan penampilan santri TPA, khataman Al-Qur’an, pembacaan Mahallul Qiyam, doa bersama, serta tausiah keagamaan yang disampaikan oleh Kiai Agus Habibullah dari Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat. Acara semakin semarak dengan lantunan Maulid Habsyi yang diiringi tarian sufi, menambah kekhusyukan dan keindahan suasana.
Ketua panitia, Ustaz Fazar, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan Lailatul Milad-Khatm sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan para santri menyelesaikan pembacaan 30 juz Al-Qur’an.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus yang telah menyukseskan acara ini, serta kepada para tamu undangan yang telah berkenan hadir. Kami mohon maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan ini masih terdapat kekurangan,” ujarnya.
Ketua Yayasan TPA Sahabat Karib, Sriyosso, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi peringatan hari besar Islam, tetapi juga sarana pembinaan spiritual bagi santri dan masyarakat.
“Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an dan Rasulullah SAW, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan keagamaan seperti ini, diharapkan generasi muda dapat tumbuh dengan karakter religius, berakhlak mulia, serta istiqamah dalam mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga apa yang di panjatkan secara berjamaah ini menjadi sebab datangnya rahmat dan qobulnya hajat. Terkhusus kasuksesan anak-anak ibu dan bapak sekalian serta juga yayasan sahabat karib semakin bisa menebarkan marfa’at,” ungkapnya.

Sementara, Dalam tausiahnya, Kiai Agus Habibullah menekankan pentingnya memuliakan Al-Qur’an dan meneladani akhlak serta ajaran Rasulullah SAW. Menurutnya, Al-Qur’an bukan sekadar untuk dibaca, tetapi harus dijadikan pedoman hidup dan sumber petunjuk bagi umat Islam.
“Sudah seharusnya kita memuliakan Al-Qur’an dan meneladani Rasulullah SAW. Mudah-mudahan anak-anak kita dan keluarga kita senantiasa diberikan kecintaan kepada Al-Qur’an dan cinta kepada Rasulullah SAW,” ujarnya.
Ia juga mengajak jamaah untuk menyadari keterbatasan manusia sebagai makhluk Allah SWT.
“Kita sebagai insan manusia tidak punya apa-apa dan tidak bisa apa-apa. Alhamdulillah, berkat cinta kasih Allah SWT dan Rasulullah SAW, kita diberi petunjuk sehingga mampu menjalani kehidupan ini dengan baik,” tuturnya.
Melalui momentum peringatan Isra Mi’raj dan Lailatul Milad-Khatm ini, Kiai Agus Habibullah berharap jamaah semakin memperkuat iman dan ketakwaan, serta menjadikan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW sebagai landasan dalam bersikap, bertutur, dan bertindak di tengah kehidupan bermasyarakat. (*)












