SAMPIT.Indoborneonews.com – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dengan menyalurkan bantuan beras dan minyak goreng kepada masyarakat di tiga kabupaten, yakni Kotim, Seruyan, dan Katingan, di Kalimatan Tengah.
Kepala Bulog Kantor Cabang Kotim, Muhammad Azwar Fuad, menyampaikan bahwa total bantuan beras yang akan disalurkan mencapai 1.166 ton 520 kilogram, ditambah dengan distribusi minyak goreng untuk puluhan ribu keluarga penerima manfaat.
“Untuk jumlah penerima, di Kotim sebanyak 37.754 kepala keluarga, Seruyan 8.062 kepala keluarga, dan Katingan 12.510 kepala keluarga,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, bantuan tersebut merupakan alokasi untuk dua bulan, yakni Februari hingga Maret, dengan setiap kepala keluarga menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

Penyaluran bantuan kini mulai berjalan secara bertahap di sejumlah wilayah. Di Kotim, distribusi telah dilakukan di wilayah Kecamatan Baamang. Sementara di Seruyan, bantuan sudah tersalur di wilayah Kecamatan Hanau dan akan dilanjutkan ke kawasan desa Danau Sembuluh. Untuk wilayah Katingan, penyaluran diprioritaskan ke daerah hulu seperti Bukit Raya dan Sanaman Mantikei
Program ini juga membawa kabar baik bagi masyarakat, karena cakupan penerima bantuan diperluas. Jika sebelumnya hanya menyasar masyarakat pada kategori desil 1 dan 2, kini menjangkau hingga desil 5, sehingga lebih banyak warga yang merasakan manfaatnya.
Meski demikian, dalam proses penyaluran terdapat kendala teknis yang dihadapi, yakni keterbatasan karung kemasan.
“Kendala kami bukan pada stok beras, karena tersedia cukup bahkan lebih. Namun untuk karung kemasan saat ini masih terbatas karena bahan bakunya mengalami hambatan,” jelasnya.
Pihak Bulog menargetkan seluruh penyaluran bantuan dapat rampung sebelum akhir April. Jika pasokan karung telah tersedia, proses distribusi akan segera dipercepat agar bantuan cepat diterima masyarakat.
Azwar menegaskan, Bulog hanya bertugas sebagai penyalur, sementara data penerima telah ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional, sehingga penyaluran diharapkan tepat sasaran.
Dengan besarnya jumlah bantuan yang digelontorkan dan cakupan penerima yang semakin luas, program ini menjadi angin segar bagi masyarakat serta diharapkan mampu menjaga stabilitas pangan dan meringankan beban ekonomi warga di Kotim dan sekitarnya. (Redaksi)












