Demi Keselamatan, Wakil Ketua DPRD Kotim Juliansyah Imbau Tunda Keberangkatan Calon Jemaah Umrah

SAMPIT.Indoborneonews.com – Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang tengah bergejolak menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Wakil Ketua I DPRD Kotim, Juliansyah, secara tegas mengimbau masyarakat yang berencana menunaikan ibadah umrah agar menunda keberangkatan hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.

Menurut Ketua DPC Gerindra Kotim ini eskalasi konflik yang melibatkan sejumlah negara di Timur Tengah berdampak luas terhadap stabilitas kawasan, termasuk pada sektor penerbangan internasional. Penutupan sejumlah jalur udara dan meningkatnya status kewaspadaan dinilai berpotensi mengganggu jadwal perjalanan jemaah dari Indonesia, termasuk dari Kotim.

“Kami mengimbau agar calon jemaah mempertimbangkan untuk menunda keberangkatan sampai situasi benar-benar kondusif. Keselamatan dan keamanan jemaah harus menjadi prioritas utama di atas segala hal,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Ia menekankan bahwa ibadah merupakan hal yang sangat mulia, namun faktor keselamatan tetap harus diutamakan. Menurutnya, keputusan menunda keberangkatan bukan berarti mengurangi niat ibadah, melainkan bentuk ikhtiar untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Juliansyah juga meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh informasi yang belum jelas sumbernya. Ia mengingatkan agar seluruh calon jemaah mengikuti arahan resmi pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, yang memiliki kewenangan dalam mengatur kebijakan perjalanan ibadah ke luar negeri.

“Segala kebijakan resmi dari kementerian harus menjadi pedoman. Jangan sampai masyarakat mengambil keputusan sendiri tanpa mempertimbangkan kondisi riil di lapangan,” tegasnya.

Tak hanya kepada calon jemaah, imbauan tersebut juga ditujukan kepada biro travel penyelenggara umrah di Kotim. DPRD berharap pihak travel dapat bersikap bijak dan tidak memaksakan keberangkatan demi mengejar target atau jadwal, apabila kondisi keamanan belum sepenuhnya stabil.

“Travel harus mengedepankan tanggung jawab moral. Jangan hanya melihat dari sisi bisnis, tetapi juga aspek keselamatan jemaah,” tambahnya.

Sementara itu, informasi dari Kementerian Agama setempat menyebutkan bahwa jemaah asal Kotim yang saat ini berada di Arab Saudi dalam kondisi aman dan terus dipantau perkembangannya. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga melakukan koordinasi intensif untuk memastikan tidak ada warga Kotim yang terdampak langsung oleh situasi konflik tersebut.

DPRD Kotim berharap kondisi di kawasan Timur Tengah segera membaik sehingga aktivitas ibadah umrah dapat kembali berjalan normal. Juliansyah pun mengajak masyarakat untuk tetap tenang, memperbanyak doa, serta mempercayakan kebijakan perjalanan kepada pemerintah pusat demi keamanan bersama. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *