DPRD Kotim Imbau Pedagang Tidak Naikkan Harga di Tengah Isu Global

SAMPIT.Indoborneonews.com– Di tengah dinamika global yang kian memanas, DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan seluruh pelaku usaha agar tidak menaikkan harga barang secara sepihak yang dapat memicu keresahan di masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Kotim, Zainuddin, mengatakan situasi dunia saat ini memang sedang diliputi ketegangan, khususnya konflik di Timur Tengah antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang terus mengalami eskalasi. Bahkan, konflik tersebut telah memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global, termasuk sektor energi dan perdagangan.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa dampak langsung terhadap kondisi ekonomi di daerah, khususnya di Kotim, hingga saat ini masih relatif terkendali.

“Memang kondisi global sedang bergejolak, termasuk konflik di Timur Tengah. Tapi Alhamdulillah, sampai sekarang belum berdampak signifikan terhadap perekonomian daerah kita,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Zainuddin menekankan bahwa pemerintah pusat juga belum mengumumkan adanya kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Oleh karena itu, para pedagang diminta tidak berspekulasi dengan menaikkan harga barang tanpa dasar yang jelas.

“Kami mengimbau seluruh pedagang, baik eceran maupun distributor, agar tidak memanfaatkan situasi ini untuk menaikkan harga. Jangan sampai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, stabilitas harga merupakan faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Kenaikan harga yang tidak wajar justru berpotensi memicu masalah baru, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.

“Kalau harga naik tanpa dasar yang jelas, itu bisa berdampak luas. Kita tentu tidak ingin kondisi ini memicu ketidakstabilan di masyarakat,” katanya.

Ia juga mengingatkan para pelaku usaha agar tetap menjunjung etika bisnis dan mengikuti aturan yang berlaku, terutama di tengah situasi global yang sensitif seperti saat ini.

Di sisi lain, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh isu-isu yang belum tentu benar, khususnya terkait ketersediaan bahan pokok maupun BBM.

“Kami harap masyarakat tidak panik. Ketersediaan BBM di Pertamina maupun SPBU sejauh ini masih aman dan normal,” ungkapnya.

Politisi PKB ini menambahkan, kepanikan justru dapat memperkeruh keadaan, seperti munculnya aksi pembelian berlebihan (panic buying) yang berpotensi menyebabkan kelangkaan barang di pasaran.

DPRD Kotim berharap seluruh elemen, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat, dapat bersama-sama menjaga stabilitas ekonomi daerah agar tetap aman, kondusif, dan terkendali di tengah situasi global yang tidak menentu. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *