SAMPIT.Indoborneonews.com – Harga emas di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menunjukkan tren penguatan pada awal tahun 2026. Dalam beberapa hari terakhir, harga logam mulia mengalami kenaikan bertahap selama tiga hari berturut-turut hingga mendekati angka Rp3 juta per gram.
Kenaikan harga tersebut tidak menyurutkan minat masyarakat untuk bertransaksi emas. Suasana Toko Emas Mitra Baru yang berlokasi di kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit terpantau tetap ramai dikunjungi warga yang ingin membeli maupun menjual emas.
Pemilik Toko Emas Mitra Baru, H. Darsani, mengatakan bahwa kenaikan harga emas saat ini masih dalam batas wajar dan justru menjadi peluang bagi masyarakat untuk berinvestasi. Menurutnya, emas masih menjadi salah satu instrumen simpanan yang paling diminati karena nilainya relatif stabil dan cenderung meningkat dalam jangka panjang.
“Meski harga naik, daya beli masyarakat masih cukup baik. Banyak yang membeli untuk investasi, ada juga yang menjual untuk kebutuhan tertentu,” ujar H. Darsani, Jum’at (30/1/2026).
Kenaikan harga emas dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pergerakan harga emas dunia, nilai tukar rupiah, hingga kondisi ekonomi global yang mendorong investor mencari aset aman (safe haven).
“Kenaikan harga emas ini dipengaruhi banyak faktor, mulai dari pergerakan harga emas dunia, nilai tukar rupiah, sampai kondisi ekonomi global yang membuat investor mencari aset aman,” kata H. Darsani.
Meski demikian, aktivitas jual beli emas di Kotim masih tergolong stabil. Emas tidak hanya digunakan sebagai perhiasan, tetapi juga sebagai tabungan dan investasi jangka panjang bagi masyarakat.
Daftar Harga Emas Toko Emas Mitra Baru (Update)
Berikut daftar harga emas terbaru di Toko Emas Mitra Baru:
Emas 999 / 24 Karat : Rp2.950.000 per gram
Emas 750 / 17 Karat : Rp2.350.000 per gram
Emas 700 / 16 Karat : Rp2.190.000 per gram
Emas 375 / 8 Karat : Rp1.240.000 per gram
Emas Antam : Rp3.450.000 per gram
Emas Lokal : Rp2.980.000 per gram
Dengan tren harga yang terus menguat, pelaku usaha berharap masyarakat tetap bijak dalam bertransaksi, baik untuk investasi maupun kebutuhan lainnya. (TIMRED)












