Momen Haru, Lapas Sampit Beri Izin Khusus WBP Bertemu Keluarga yang Berpulang

SAMPIT.Indoborneonews.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Tengah, kembali menegaskan komitmennya dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan melalui pemberian izin khusus kepada seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk bertemu dan memberikan penghormatan terakhir kepada anggota keluarganya yang berpulang, Rabu (21/1/2026).

Kebijakan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan empati jajaran pemasyarakatan terhadap kondisi psikologis WBP yang tengah mengalami duka mendalam. Jenazah keluarga WBP diantar langsung ke dalam area Lapas Sampit menggunakan ambulans, sehingga WBP dapat secara langsung mendoakan dan memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Momen haru pada pelaksanaan kegiatan tersebut terlihat berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh khidmat. Seluruh rangkaian proses dilaksanakan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku serta berada dalam pengawasan ketat petugas pengamanan. Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) Hadiyanto Prabowo bersama petugas Pintu Utama (P2U) turut memastikan kegiatan berjalan lancar tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban.

Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, menyampaikan bahwa layanan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemasyarakatan dalam menghadirkan pelayanan yang humanis dan berkeadilan.

“Kami memahami bahwa kehilangan anggota keluarga merupakan momen yang sangat berat bagi siapa pun, termasuk warga binaan. Oleh karena itu, kami memberikan ruang bagi warga binaan untuk bertemu dan memberikan penghormatan terakhir kepada keluarganya, tentunya dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban,” ujar Muhammad Yani.

Ia menegaskan bahwa Lapas tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani pidana, tetapi juga sebagai lembaga pembinaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

“Lapas bukan hanya tempat menjalani pidana, tetapi juga ruang pembinaan yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang humanis, bermartabat, dan berkeadilan bagi seluruh warga binaan,” tegasnya.

Melalui pelayanan kemanusiaan tersebut, Lapas Sampit berharap dapat membantu menjaga emosional dan psikologis warga binaan, sekaligus memperkuat proses pembinaan agar WBP dapat menjalani masa pidana dengan lebih baik.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Lapas Sampit dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan, serta menunjukkan bahwa pendekatan pembinaan yang berorientasi pada kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan. (TIM.RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *