SAMPIT.Indoborneonews.com– Program nasional Koperasi Merah Putih mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa. Salah satunya di Desa Jemaras, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang kini telah memiliki koperasi aktif dan membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah.
“Alhamdulillah, koperasi ini sudah aktif sekitar satu bulan. Kami bersyukur karena termasuk satu dari tujuh Koperasi Merah Putih di Kotim yang sudah berfungsi,” ujar Kepala Desa Jemaras, Moju Betti Suheru, Senin (3/11/2025)
Koperasi Merah Putih di Desa Jemaras sudah berjalan hampir sebulan dan menjadi satu dari tujuh koperasi yang telah beroperasi di Kotim. Kepala Desa Jemaras, Moju Betti Suheru, mengatakan kehadiran koperasi ini menjadi langkah nyata dalam mendukung ekonomi kerakyatan di tingkat desa.
Koperasi ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gas LPG, minyak goreng, dan telur dengan harga yang lebih murah dibanding pasaran.
“Gas bisa lebih murah sampai Rp8 ribu per tabung, beras selisihnya sekitar Rp6 ribu per kilogram. Warga jelas merasa terbantu,” terang Heru.
Selain menjual sembako murah, koperasi juga menghadirkan layanan BNI Link untuk memudahkan transaksi keuangan digital dan pembayaran pembelian beras dari Bulog. Langkah ini sekaligus mendukung sistem pembayaran nontunai di pedesaan.
Menariknya, koperasi di Desa Jemaras mendapat dukungan penuh dari Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah (Kejati Kalteng) yang menjadikannya sebagai salah satu koperasi percontohan di wilayah Kotim.
“Kami mendapat bantuan dana hibah sebesar Rp200 juta dari Kejati Kalteng dan pihak ketiga sebagai modal awal untuk operasional koperasi,” jelasnya.
Pemerintah pusat juga menyiapkan skema pinjaman dana melalui bank-bank Himbara, namun saat ini masih menunggu petunjuk teknis.
“Kalau juknisnya sudah keluar, kami akan ajukan pinjaman untuk pengembangan usaha koperasi,” tambah Heru.

Pemkab Kotim, melalui kepala Dinas koperasi UKM Perindustrian dan perdagangan Kotim, Johny Tangkere, menyampaikan hingga Oktober 2025, sebanyak 185 koperasi telah terbentuk dan tujuh di antaranya aktif beroperasi salah satu ada di Desa Jemaras ini.
Koperasi Merah Putih Desa Jemaras kini memiliki 32 anggota aktif, dan jumlahnya terus bertambah karena banyak warga yang mulai merasakan manfaatnya.
Sementara Ketua koperasi, Yus Evendi, menyebut untuk barang yang jadi kebutuhan dasar warga seperti beras SPHP, LPG dan minyak goreng menjadi produk paling laris setiap minggu.
“Kami bisa menjual sekitar 30 sak beras ukuran 5 kilogram dalam seminggu. Tapi stok gas LPG masih terbatas, hanya sekitar 140 tabung per bulan, padahal ada hampir 600 kepala keluarga di desa ini,” ujarnya.
Yus berharap penambahan pasokan gas LPG ini bisa dilakukan dua kali sebulan agar kebutuhan warga terpenuhi, mengingatkan tingginya permintaan masyarakat setempat.
Ia menambahkan, koperasi tidak hanya fokus pada penjualan sembako, tetapi juga akan dikembangkan ke sektor pertanian dan peternakan dengan menampung hasil produksi lokal seperti karet, durian, dan telur ayam petelur.
“Kami ingin koperasi ini bukan hanya tempat belanja murah, tapi juga wadah ekonomi warga desa,” pungkasnya.
Dengan beroperasinya Koperasi Merah Putih Desa Jemaras, pemerintah desa berharap langkah ini menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kotim untuk membangun kemandirian ekonomi dan memperkuat semangat gotong royong melalui koperasi. (Sg)












