SAMPIT.Indoborneonews.com– Suasana berbeda terasa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, di bawah Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Tengah, Rabu (4/2/2026). Di tengah hari libur layanan kunjungan, alunan musik dan suara nyanyian menggema dari ruang kegiatan warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Sejumlah WBP tampak menikmati lagu-lagu pilihan mereka, menciptakan suasana hangat di balik tembok pembatas. Menariknya, alunan musik pengiring juga dimainkan oleh sesama warga binaan, menambah nuansa kebersamaan dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan rekreasi karaoke ini bukan sekadar hiburan. Lapas Kelas IIB Sampit memanfaatkannya sebagai sarana pembinaan kepribadian, sekaligus ruang jeda bagi WBP untuk melepas penat saat tidak ada kunjungan keluarga. Di momen yang biasanya terasa sunyi, kegiatan ini menghadirkan kebersamaan dan suasana yang lebih manusiawi.

Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, hadir langsung di tengah-tengah warga binaan. Ia tidak hanya memantau, tetapi juga menyapa dan berdialog dengan para WBP. Kehadiran pimpinan lapas tersebut mencerminkan pendekatan pemasyarakatan yang humanis dan komunikatif.
“Melalui kegiatan rekreasi seperti ini, kami ingin memberikan ruang hiburan yang positif bagi warga binaan, khususnya di hari libur layanan kunjungan. Suasana yang kondusif dan penuh kebersamaan diharapkan dapat mendukung keberhasilan proses pembinaan,” ujar Muhammad Yani.
Meski berlangsung santai, aspek keamanan tetap menjadi prioritas. Kegiatan diawasi langsung oleh Kepala Regu Pengamanan (Karupam), Muhammad Sabriansyah, bersama petugas jaga. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan aturan yang berlaku di dalam lapas.
Bagi warga binaan, karaoke menjadi lebih dari sekadar bernyanyi. Lagu-lagu yang dilantunkan menjadi sarana mengekspresikan perasaan, meredakan tekanan psikologis, sekaligus menumbuhkan kembali semangat untuk berubah. Di tengah keterbatasan ruang gerak, rekreasi sederhana ini menghadirkan rasa normalitas dan kemanusiaan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang bertujuan menjaga kesehatan mental warga binaan. Lapas Kelas IIB Sampit menilai pembinaan tidak hanya soal kedisiplinan dan penegakan aturan, tetapi juga pemulihan psikologis dan pembentukan karakter yang lebih baik.
Melalui program rekreasi yang terarah dan terawasi, Lapas Kelas IIB Sampit berharap warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan lebih positif, sehingga saat kembali ke masyarakat, mereka siap menjadi pribadi yang lebih baik, produktif, dan bermanfaat. (TIMRED)












