MHU Tampil Memukau di Festival Habaring Hurung Kotim 2026, Sabet Juara I dan II Tari Dayak Pesisir

SAMPIT.Indoborneonews.com — Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tampil gemilang dan mencuri perhatian pada Festival Seni Budaya Habaring Hurung Kotim 2026. Dalam ajang bergengsi yang digelar dalam rangkaian Expo 2026 di Stadion 29 November Sampit, Jumat malam (9/1/2026), MHU sukses meraih Juara I dan Juara II cabang Tari Dayak Pesisir.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Mentaya Hilir Utara. Camat MHU, Muslih, mengungkapkan rasa syukur sekaligus apresiasinya atas kerja keras para seniman daerah yang telah mengharumkan nama kecamatan.

“Alhamdulillah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Bagendang, berhasil meraih Juara I dan Juara II Tari Dayak Pesisir dalam Festival Seni Budaya Habaring Hurung Kotim 2026. Ini merupakan buah dari kerja keras, kekompakan, dan dedikasi seluruh tim,” ujar Muslih, Sabtu (10/1/2026).

Penampilan tari yang ditampilkan MHU mengangkat kekayaan seni tradisi Dayak pesisir Kotim, dipadukan dengan gerak tari yang dinamis, penghayatan cerita yang kuat, serta sentuhan estetika yang memukau. Setiap tarian menyuguhkan kisah yang terinspirasi dari legenda dan cerita rakyat daerah, sehingga sarat akan pesan budaya.

Keindahan pertunjukan semakin sempurna dengan iringan musik tradisional khas Kalimantan Tengah, seperti gong, kangkanung, dan seruling, yang dimainkan secara harmonis. Perpaduan gerak, musik, dan ekspresi para penari berhasil memikat dewan juri maupun penonton yang memadati arena festival.

Pada ajang tersebut, MHU menampilkan dua karya tari unggulan berjudul Japen Lengan Gendang dan Japen Langkah Merindu, yang mengantarkan Mentaya Hilir Utara meraih dua gelar juara sekaligus.

Muslih menambahkan, prestasi ini semakin membanggakan mengingat Festival Seni Budaya Habaring Hurung diikuti oleh sejumlah peserta dari kecamatan se-Kabupaten Kotim dan menjadi ajang unjuk kreativitas seni budaya daerah.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para penari, pelatih, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dan bekerja keras membawa nama baik MHU,” imbuh Muslih.

Sementara itu, Damang Kepala Adat Kecamatan Mentaya Hilir Utara, H. Rusli, turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia berharap prestasi yang diraih dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus melestarikan seni dan budaya lokal.

“Prestasi ini hendaknya menjadi semangat bersama untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya leluhur, agar tetap hidup dan dikenal hingga generasi mendatang,” ujar pemangku adat MHU ini.

Dengan prestasi ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Kotawaringin Timur di tengah perkembangan zaman, sekaligus menjadi dorongan bagi pelestarian seni budaya daerah secara berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *