SAMPIT.Indoborneonews.com– Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Daerah Pemilihan (Dapil) V, Muhammad Abadi, mengapresiasi kolaborasi sejumlah perusahaan yang terlibat dalam perbaikan dan penimbunan jalan di Kecamatan Tualan Hulu.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk sinergi nyata antara DPRD, pemerintah desa, dan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya terkait infrastruktur jalan.
“Perbaikan jalan ini adalah kolaborasi semua perusahaan. Kami berharap pihak perusahaan terus berkontribusi. Saat ini mereka sudah membuktikan komitmennya,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Politisi PKB ini menegaskan, perbaikan jalan sangat penting mengingat akses menuju ibu kota kecamatan kerap terdampak banjir hingga setinggi 1 hingga 1,5 meter. Tanpa penimbunan, aktivitas masyarakat bisa lumpuh total saat musim hujan.
“Kalau tidak ditimbun, ketika musim banjir masyarakat tidak bisa melewati jalan menuju ibu kota kecamatan,” jelasnya.
Abadi juga menyampaikan bahwa pola kolaborasi serupa sebelumnya telah dilakukan di Kecamatan Mentaya Hulu dan akan terus didorong agar tidak hanya terfokus pada satu wilayah.
“Langkah ini cukup baik dan jangan hanya terpusat di satu kecamatan. Kita ingin pemerataan,” tambahnya.
Sebelumnya, pada 11 Februari 2026 digelar reses DPRD Kotim di Aula Kabulat Atei Kecamatan Tualan Hulu yang dihadiri Ketua DPRD Kotim, anggota Dapil V, kepala desa, manajemen perusahaan sawit, tokoh masyarakat, dan tokoh adat. Dalam pertemuan tersebut disepakati perbaikan dan penimbunan jalan kabupaten dari Desa Merah menuju Desa Luwuk Sampun sepanjang kurang lebih 500 meter, lebar 8 meter dan tinggi 1,5 meter, termasuk penambahan tiga titik gorong-gorong.
Perbaikan dilakukan secara gotong royong tanpa menggunakan anggaran khusus pemerintah daerah. Sejumlah perusahaan menyediakan armada truk, alat berat, material, hingga dukungan bahan bakar minyak (BBM). Sementara DPRD Kotim Dapil V turut membantu biaya konsumsi sebesar Rp5 juta.
Pekerjaan dimulai pada 16 Februari 2026 dengan pengamanan dikoordinir Polsubsektor dan Danposramil setempat bersama pemerintah desa. Abadi berharap kolaborasi ini menjadi contoh percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman Kotim. (REDAKSI)












