SAMPIT Indoborneonews.com – Datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, umat Muslim di Kabupaten Kotawaringin Timur diimbau untuk selalu mempersiapkan diri secara lahir dan batin.
Tokoh agama, Ustaz Syarifuddin Al Banjari, mengatakan bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi momentum penyucian diri serta peningkatan kualitas iman dan akhlak.
“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk membersihkan diri, baik secara fisik maupun rohani. Karena itu, masyarakat perlu mempersiapkan kesehatan, mental, dan ilmu agar ibadah berjalan optimal,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Ustaz Syarifuddin juga mengingatkan pentingnya mempersiapkan ilmu keagamaan, terutama terkait tata cara puasa, zakat, dan ibadah lainnya. Pemahaman yang baik dinilai akan membantu umat menjalankan ibadah dengan benar sesuai syariat.
“Kita harus belajar kepada guru, membaca buku, atau mengikuti kajian agar memahami rukun, sunnah, serta hal-hal yang membatalkan puasa,” tambahnya.
Selain itu, ia mengajak umat Islam memperbanyak amaliyah selama Ramadan, seperti salat tarawih berjamaah, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.
Persiapan keuangan juga menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan. Menurutnya, kebutuhan masyarakat biasanya meningkat selama Ramadan hingga Idulfitri, sehingga diperlukan pengelolaan keuangan yang bijak agar tidak menjadi beban.
“Kelola keuangan dengan baik agar Ramadan dan Lebaran dapat dijalani dengan tenang dan penuh keberkahan,” tuturnya.
Ia mengibaratkan puasa sebagai sarana penyucian diri, layaknya kendaraan yang perlu diservis secara berkala. Melalui puasa, umat diajak membersihkan jiwa dan menumbuhkan empati terhadap sesama, khususnya mereka yang kurang mampu.
Kepada generasi muda, ia juga berpesan agar memanfaatkan Ramadan untuk meningkatkan kualitas diri, menjaga perilaku, serta menghindari aktivitas yang dapat mengurangi nilai ibadah.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan hawa nafsu, menjaga lisan, emosi, dan perilaku. Perbanyak kegiatan bermanfaat dan tingkatkan ibadah,” pesannya.
Ia berharap Ramadan 1447 H menjadi momentum bagi umat Muslim untuk memperkuat iman, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat persaudaraan di tengah kehidupan masyarakat.












