SAMPIT.Indoborneonews.com – Bulan suci Ramadan menjadi momen istimewa bagi keluarga besar SMP Negeri 9 Sampit yang beralamat di Jalan Tjilik Riwut, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Selain menjalankan kegiatan belajar mengajar, sekolah juga menjadikan Ramadan sebagai sarana memperkuat karakter, menanamkan nilai keagamaan, serta membentuk kepribadian siswa yang berakhlak mulia.
Kepala SMPN 9 Sampit, Jelita, menyampaikan bahwa pihak sekolah telah melakukan berbagai penyesuaian kegiatan pembelajaran selama Ramadan agar siswa tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman, tanpa mengurangi kualitas pendidikan. Jam kegiatan belajar mengajar selama Ramadan dimulai lebih pagi, yakni pukul 07.00 WIB hingga 11.45 WIB. Penyesuaian ini bertujuan untuk menjaga kondisi fisik siswa agar tidak kelelahan, sekaligus membantu mereka tetap fokus dalam mengikuti pembelajaran.
Selain itu, kegiatan yang membutuhkan aktivitas fisik tinggi, seperti mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), untuk sementara dialihkan menjadi pembelajaran teori di dalam kelas. Upacara bendera dan senam pagi juga ditiadakan selama Ramadan sebagai bentuk perhatian sekolah terhadap kesehatan dan kenyamanan siswa.
“Kami ingin memastikan siswa tetap dapat belajar dengan baik, sekaligus menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk. Penyesuaian ini merupakan bentuk kepedulian sekolah terhadap kondisi siswa selama Ramadan,” ujar Jelita, Senin (2/3/2026).

Lebih dari sekadar penyesuaian jadwal, SMPN 9 Sampit juga menghadirkan berbagai kegiatan kokurikuler yang sarat makna spiritual dan pembinaan karakter. Pada pekan ketiga Ramadan, sekolah menggelar kegiatan bertema Harmoni dalam Hening: Refleksi dan Budi Pekerti.
Beragam kegiatan dilaksanakan, seperti tadarus Al-Qur’an, salat dhuha berjamaah, hafalan surah pendek, lomba ranking satu bernuansa keagamaan, bercerita kisah para nabi, hingga bimbingan rohani bagi siswa nonmuslim. Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi siswa dalam memperdalam nilai keimanan sekaligus menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghormati.
Menurut Jelita, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pendidikan karakter yang tidak hanya menekankan kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan spiritual dan emosional.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta membentuk karakter yang disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama,” tuturnya.
Pihak sekolah juga berupaya menciptakan suasana belajar yang kondusif, ramah anak, dan penuh nilai religi. Para guru memberikan pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel, menyenangkan, dan inspiratif, sehingga siswa tetap bersemangat mengikuti pelajaran meski sedang berpuasa.
Ramadan juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai empati, kepedulian sosial, serta kebersamaan di lingkungan sekolah. Siswa diajak untuk saling menghormati, menjaga sikap, dan memperkuat hubungan harmonis dengan sesama teman maupun guru.
“Ramadan bukanlah beban, tetapi momen yang penuh berkah. Kami berharap siswa dapat menjalani Ramadan dengan penuh kebahagiaan, tetap disiplin dalam belajar, menjaga kesehatan, serta menjadi pribadi yang lebih baik, baik secara akademik maupun akhlak,” pungkas Jelita.
Dengan semangat Ramadan, SMPN 9 Sampit yang berada di Jalan Tjilik Riwut, Kecamatan Baamang, Kotim, terus berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga membentuk generasi yang beriman, berkarakter kuat, serta siap menjadi penerus bangsa yang membanggakan. (Redaksi)












