SAMPIT.Indoborneonews.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Tengah, mematangkan berbagai persiapan untuk memastikan ibadah dan pelayanan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) berjalan lancar, aman, dan khidmat.
Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, memimpin rapat koordinasi bersama seluruh pejabat struktural, Senin (9/2/2026), di ruang Kalapas. Pertemuan ini membahas kesiapan teknis dan nonteknis, termasuk penyesuaian jadwal harian WBP, kesiapan sarana prasarana ibadah, pengaturan keamanan, hingga program pembinaan keagamaan yang terencana.
“Bulan Ramadan adalah momentum penting untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan. Karena itu, seluruh kegiatan ibadah dan layanan harus dipastikan berjalan dengan baik, aman, dan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Muhammad Yani.
Selain memastikan kelancaran ibadah, rapat koordinasi juga menekankan pentingnya pembinaan spiritual dan mental WBP. Ramadan menjadi waktu strategis untuk memperkuat kedisiplinan, membangun karakter, serta menumbuhkan kesadaran sosial di lingkungan lapas.
Kegiatan pembinaan yang akan dijalankan meliputi penyelenggaraan salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, ceramah agama, hingga kegiatan edukatif yang mendukung pengembangan diri WBP. Semua agenda dijalankan dengan tujuan menciptakan suasana Ramadan yang kondusif, penuh ketenangan, dan bermakna bagi seluruh penghuni lapas.
Muhammad Yani menambahkan, kesuksesan pelaksanaan Ramadan di Lapas Kelas IIB Sampit tidak lepas dari sinergi seluruh pejabat struktural. Dengan koordinasi yang matang, setiap kegiatan diharapkan memberikan manfaat optimal, baik bagi WBP maupun bagi lingkungan lapas secara keseluruhan.
“Kami berharap suasana Ramadan ini tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga memperkuat nilai pembinaan, kedisiplinan, dan kebersamaan di Lapas Sampit,” tutupnya.
Dengan persiapan yang matang, Lapas Kelas IIB Sampit siap menghadirkan Ramadan yang aman, tertib, dan penuh nilai edukatif, menjadi momentum spiritual yang memberi inspirasi bagi seluruh warga binaan. (TIMRED)












