SAMPIT.Indoborneonews.com– Kondisi lingkungan di Pasar Baru Parenggean, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dikeluhkan warga. Tumpukan sampah organik dan nonorganik yang tidak terkelola dengan baik menimbulkan bau menyengat dan mengganggu aktivitas pedagang maupun pengunjung pasar.
Warga setempat, Joko mengatakan persoalan sampah di pasar tersebut sudah berlangsung lama dan belum tertangani secara optimal. Menurutnya, sampah plastik, sisa sayuran busuk, serta limbah pasar lainnya bercampur dan dibiarkan menumpuk selama berbulan-bulan.
“Bau sangat menyengat, apalagi saat siang hari. Sampah menumpuk terus, plastik dan sayur busuk bercampur. Ini sudah berbulan-bulan terjadi,” kata Joko, Rabu (11/2/2026).
Ia menilai kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan aktivitas jual beli, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan bagi pedagang dan masyarakat sekitar pasar. Selain bau, keberadaan lalat, tikus, dan serangga juga menjadi kekhawatiran warga karena berpotensi menjadi sumber penyebaran penyakit.
Menurut Joko, sebagai pasar yang sudah lama berdiri dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Parenggean, pengelolaan kebersihan seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan pengelola pasar.
Joko berharap pemerintah daerah dan pengelola pasar segera mengambil langkah konkret, seperti meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah, menyediakan tempat pembuangan sementara (TPS) yang layak, serta melakukan edukasi pemilahan sampah organik dan nonorganik kepada pedagang dan pengunjung.
“Kami minta ada perhatian serius. Pasar ini sudah lama berdiri, tapi kalau sampahnya dibiarkan seperti ini, citra pasar dan kesehatan warga bisa terganggu,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola pasar maupun instansi terkait mengenai penanganan sampah di Pasar Parenggean. Media ini masih berupaya meminta konfirmasi dari pemerintah kecamatan dan dinas terkait. (TIMRED)












