Sampit Expo 2026 Sukses Besar, UMKM, Budaya, dan Pariwisata Kotim Kian Terangkat

SAMPIT.Indoborneonews.com – Gelaran Sampit Expo 2026 yang berlangsung di Jalan Tjilik Riwut, kawasan Stadion 29 November Sampit, sejak 7 hingga 14 Januari 2026, berjalan sukses dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Ketua UMKM Harati sekaligus Event Organizer (EO) Sampit Expo 2026, Rahmad Noor, menyampaikan bahwa Sampit Expo tahun ini merupakan momentum penting karena untuk pertama kalinya berbagai kegiatan besar digelar secara kolaboratif.

“Ini pertama kali kita menggelar rangkaian kegiatan besar secara kolaborasi, mulai dari Sampit Expo, Festival Budaya Habaring Hurung, hingga Pameran Gelora Kriya Dekranasda. Tujuannya jelas, menghadirkan ruang pamer produk UMKM sekaligus festival budaya untuk masyarakat Kotim,” ujarnya, Kamis (15/1/2025)

Banyak artis baik dari daerah hingga nasional yang tampil menghibur masyarakat di acara Sampit Expo 2026 ini termasuk Juan Reza, Nasha Aqila, dan Juwita Bahar.

Rahmad menjelaskan, selain sebagai ajang pameran dan hiburan, Sampit Expo 2026 juga mengusung nilai edukasi, khususnya melalui kegiatan Dekranasda yang menghadirkan berbagai lomba berbasis budaya lokal.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah lomba menghentak dan melamang, yang merupakan tradisi masyarakat Dayak. Menghentak sendiri berarti menganyam, sedangkan melamang merupakan tradisi pengolahan makanan khas berbasis industri kecil menengah.

“Kegiatan ini bukan hanya hiburan, tapi juga edukasi budaya. Ini adalah identitas masyarakat Dayak dan kultur orang Sampit yang perlu terus dilestarikan,” katanya.

Pria yang akrab disapa Rahmat Kotim ini menyebutkan, melalui expo ini terlihat jelas bahwa Kotim memiliki potensi kerajinan lokal yang tidak kalah dengan daerah lain, mulai dari anyaman, ukiran, hingga produk olahan UMKM yang layak menjadi produk unggulan daerah.

“Ternyata kita punya kerajinan khas Sampit yang bisa diunggulkan dan tidak kalah dari kota-kota besar. Ini yang perlu terus kita promosikan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar ke depan kegiatan serupa dapat digelar lebih besar dan lebih matang, dengan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, Dekranasda, dan sektor pariwisata.

“Kami ingin Kotim semakin dikenal sebagai daerah tujuan wisata. Ketika wisatawan datang, mereka tidak hanya menikmati wisatanya, tetapi juga bisa membawa pulang oleh-oleh berupa produk kerajinan UMKM Kotim,” tambahnya.

Sebagai pihak yang dipercaya pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan, Rahmad Noor menyampaikan bahwa pelaksanaan Sampit Expo 2026 secara umum telah sesuai dengan harapan, meski tetap ada sejumlah catatan evaluasi.

“Secara keseluruhan kegiatan ini sudah sesuai ekspektasi. Kekurangan pasti ada, dan itu akan menjadi bahan evaluasi ke depan, baik dari sisi lomba maupun hiburan agar lebih terkoordinasi dan semakin menarik bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan, setiap kegiatan besar tentu memerlukan proses evaluasi dan penyempurnaan agar pelaksanaan di tahun-tahun berikutnya dapat berjalan lebih baik.

“Ke depan, kami ingin kolaborasi ini semakin serius. Promosi UMKM, pembangunan ekonomi, dan budaya harus dilakukan bersama-sama, termasuk promosi secara online agar Kotim semakin dikenal secara nasional,” pungkas Rahmad.

Sampit Expo 2026 yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-73 Kabupaten Kotim, Berdasarkan laporan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kotim, selama sepekan pelaksanaan, perputaran ekonomi yang tercatat mencapai kisaran Rp7 hingga Rp8 miliar.

Sampit Expo 2026 pun dinilai menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan masyarakat mampu menghadirkan kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga berdampak positif bagi promosi daerah, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya lokal. (TIM.RED).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *