SMAN 4 Sampit Perkuat Pencegahan Bullying dan Narkoba, Bangun Sekolah Aman dan Ramah Siswa

SAMPIT.Indoborneonews.com — Sekolah Menengah Atas (SMAN 4) Sampit yang berlokasi di Jalan Sudirman, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik.

Kepala SMAN 4 Sampit, Ananto Wibisono, S.Pd, menegaskan bahwa pencegahan terhadap perundungan (bullying) dan penyalahgunaan narkoba menjadi perhatian utama pihak sekolah, karena dampaknya dinilai sangat serius dan berjangka panjang.

“Bullying dan narkoba memiliki efek yang luar biasa. Dampaknya tidak hanya pada keselamatan dan masa depan siswa, tetapi juga sangat memengaruhi kondisi psikologis mereka. Jika mental siswa terganggu, maka prestasi akademiknya pun pasti menurun,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Ia mengakui, saat ini belum pernah terjadi di lingkungan SMAN 4 Sampit, pihak sekolah tetap mengambil langkah antisipatif melalui penguatan pengawasan, pembinaan karakter, serta penanaman nilai-nilai positif dalam keseharian siswa.

Menurut Ananto, sekolah berupaya menciptakan suasana belajar yang nyaman, aman, dan saling menghargai agar seluruh siswa merasa terlindungi secara fisik maupun mental. Lingkungan sekolah yang sehat dinilai menjadi kunci dalam mencegah munculnya perilaku menyimpang.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi siswa. Mereka harus merasa dihargai, didengar, dan dilindungi, sehingga dapat fokus belajar dan mengembangkan potensi diri,” katanya.

Selain fokus pada pencegahan perilaku negatif, SMAN 4 Sampit juga berkomitmen mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki secara efektif dan efisien demi memenuhi kebutuhan peserta didik. Setiap program yang dijalankan diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

“Kami memanfaatkan sumber daya yang ada sebaik mungkin. Sasaran utama kami tetap kebutuhan peserta didik, baik dari sisi akademik, karakter, maupun kenyamanan belajar,” jelasnya.

Upaya peningkatan kualitas pendidikan juga dilakukan melalui pengembangan kompetensi guru. SMAN 4 Sampit secara rutin menggelar pelatihan dan kegiatan pengembangan profesional bagi tenaga pendidik setiap tahunnya.

“Pelatihan guru kami lakukan secara berkelanjutan. Tujuannya agar kompetensi guru terus meningkat dan pelayanan kepada siswa semakin optimal. Ketika guru berkembang, siswa pun akan ikut berkembang,” imbuh Ananto.

Dengan berbagai langkah tersebut, SMAN 4 Sampit bertekad menjadi sekolah yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter siswa yang kuat, berakhlak, serta siap menghadapi tantangan masa depan dalam lingkungan yang aman dan suportif. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *