Berita  

SMKN 4 Sampit Perkuat Karakter dan Keimanan Siswa, Pembelajaran Ramadan Tetap Produktif dan Humanis

SAMPIT.Indoborneonews.com – SMKN 4 Sampit menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas pendidikan sekaligus memperkuat karakter dan nilai keagamaan siswa selama bulan suci Ramadan. Penyesuaian kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan secara bijak, tanpa mengurangi esensi pembelajaran dan pembinaan disiplin.

Kepala SMKN 4 Sampit, Rusliharyanti, menjelaskan bahwa selama Ramadan, durasi jam pelajaran disesuaikan dari 45 menit menjadi 35 menit per jam. Meski waktunya lebih singkat, proses pembelajaran tetap berjalan efektif dan terarah.

“Memang ada penyesuaian selama Ramadan, terutama durasi KBM yang dikurangi menjadi 35 menit per jam. Biasanya siswa pulang sekitar pukul 15.00 -15.30 WIB, namun selama Ramadan mereka sudah bisa pulang sekitar pukul 13.00 WIB setelah salat Zuhur,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Ia menambahkan, sekolah juga meniadakan sementara kegiatan pembelajaran yang membutuhkan aktivitas fisik berat, seperti olahraga dan praktik lapangan yang menguras tenaga, termasuk kegiatan praktik di bidang pertanian maupun perkebunan. Kebijakan ini diambil untuk menjaga kondisi fisik siswa agar tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa.

Meski demikian, kegiatan pembentukan karakter tetap menjadi prioritas utama. Apel pagi tetap dilaksanakan setiap hari, meskipun durasinya dipersingkat dari 30 menit menjadi sekitar 15 menit. Apel pagi ini menjadi sarana penting untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, serta memberikan motivasi kepada siswa.

“Walaupun bulan puasa, kedisiplinan tetap kami jaga. Apel pagi tetap dilaksanakan karena itu bagian dari penguatan karakter siswa. Kehadiran dan kedisiplinan mereka tetap kami pantau,” jelasnya.

Selain itu, sekolah juga memperkuat kegiatan keagamaan melalui berbagai program, seperti pesantren kilat, lomba membaca Al-Qur’an, hingga pembinaan membaca Al-Qur’an dengan melibatkan pihak luar yang kompeten. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan spiritual siswa sekaligus membentuk generasi yang berakhlak baik.

Rusliharyanti menegaskan bahwa kegiatan keagamaan tidak hanya difokuskan pada satu agama, tetapi juga memperhatikan seluruh siswa sesuai keyakinan masing-masing. Sekolah memastikan semua siswa tetap mendapatkan pembinaan spiritual secara adil dan inklusif.

“Kami memastikan semua siswa mendapatkan pembinaan sesuai agamanya. Karena sekolah kami beragam, maka semua kegiatan diatur agar seluruh siswa tetap merasa diperhatikan dan mendapatkan pembinaan karakter,” ungkapnya.

Sebagai sekolah kejuruan, SMKN 4 Sampit tetap berkomitmen mempersiapkan siswa menjadi lulusan yang siap kerja, berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Oleh karena itu, meskipun ada penyesuaian selama Ramadan, penguatan karakter, kedisiplinan, dan kualitas pembelajaran tetap menjadi prioritas utama.

Melalui kebijakan yang seimbang antara aspek akademik, spiritual, dan karakter, SMKN 4 Sampit berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, humanis, dan tetap produktif selama bulan suci Ramadan. (TIMRED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *