SAMPIT.Indoborneonews.com– Perum Bulog Cabang Kotawaringin Timur memastikan stok pangan, khususnya beras, dalam kondisi sangat aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
Kepala Bulog Kantor Cabang Kotim, Muhammad Azwar Fuad, menyampaikan bahwa persediaan beras di gudang Bulog saat ini dipastikan cukup hingga satu tahun ke depan.
“Untuk stok per hari ini, beras medium ada 6.100 ton, beras premium sekitar 32 ton, dan minyak goreng sebanyak 26.000 liter. Khusus beras medium CBP, stoknya sangat aman, bahkan cukup untuk 12 bulan ke depan,” ujar Azwar, Rabu (3/12/2025).
Ia menegaskan bahwa ketersediaan tersebut membuat Bulog optimistis ketahanan pangan di Kotim tetap terjaga hingga memasuki tahun 2026. Apalagi pihaknya juga telah menerima instruksi dari Kementerian Pertanian untuk tetap melakukan penyerapan beras nasional pada 2026 dengan target serupa, yaitu 3 juta ton se-Indonesia.
“Jadi kami memang sudah disuruh menyiapkan kapasitas gudangnya,” tambahnya.
Program Stabilisasi Harga Terus Berjalan
Bulog bersama pemerintah daerah saat ini juga terus melaksanakan beberapa program stabilisasi harga yang sudah berjalan sejak Juli 2025, di antaranya:
SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan)
Bantuan pangan gratis untuk masyarakat miskin (2 karung beras + 4 liter minyak)
Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Paket sembako murah dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kotim
Untuk bantuan pangan, seluruh dropping telah tuntas hingga hari ini, termasuk distribusi terakhir ke Kecamatan Cempaga Hulu.
“Semua kecamatan dan desa sudah tersalur. Tinggal progres penyalurannya ke masyarakat,” jelasnya.
Sementara untuk paket sembako murah Perindag Kotim, rencananya akan dibagikan mulai 10 Desember mendatang hingga sebelum Natal. Satu paket terdiri dari:
Beras premium 5 kg, Minyak goreng premium 1 liter, Gula 1 kg, Susu kental manis dan Ikan sarden. Total harga tebus: Rp50.000 per paket.
Harga Beras Mengalami Deflasi
Azwar juga menyinggung rilis Badan Pusat Statistik (BPS) per tanggal 1 Desember 2025, yang menunjukkan bahwa harga beras di Kotim mengalami deflasi atau penurunan.
“Khusus beras justru deflasi. Jadi ada penurunan harga. Ini merupakan dampak dari program-program stabilisasi yang berjalan,” jelasnya.
Meski begitu, ada komoditas yang mengalami sedikit kenaikan harga, yakni telur ayam ras dan cabai. Kenaikan telur disebut dipengaruhi faktor MBG (Masa Bertelur Gangguan).
Azwar berharap masyarakat tidak perlu khawatir dalam menghadapi momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), termasuk Natal dan Tahun Baru.
“Pesannya jelas, stok sembako aman dan harga cenderung stabil. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan,” pungkasnya. (Sg)












