Waket DPRD Kotim Juliansyah, Nilai Sampit Expo 2026 Dongkrak UMKM dan Ekonomi Daerah

SAMPIT.Indoborneonews.com- Pelaksanaan Sampit Expo 2026 dinilai tidak hanya sukses sebagai ajang pameran, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan UMKM dan ekonomi daerah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang berlangsung selama sepekan berlangsung sejak 7 hingga 14 Januari 2026.

Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Kotim), Juliansyah, menilai pelaksanaan Sampit Expo 2026 memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pergerakan ekonomi daerah.

Menurutnya, kegiatan tahunan ini menjadi salah satu momentum strategis dalam mendorong geliat ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan pelaku usaha.

“Pelaksanaan Sampit Expo 2026 berjalan sukses dan semakin berkualitas. Partisipasi OPD, pelaku UMKM, serta antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa expo ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Juliansyah, saat menghadiri penutupan Sampit Expo 2026 yang berlangsung di Sampit, Rabu (14/1/2026)

Ia menilai, kehadiran ratusan stand UMKM dan instansi pemerintah tidak hanya menjadi sarana promosi produk lokal, tetapi juga membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Kotim. Hal tersebut sejalan dengan komitmen DPRD Kotim dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Melalui kegiatan seperti ini, pelaku usaha lokal mendapat ruang untuk berkembang, berinovasi, dan meningkatkan daya saing,” katanya.

Juliansyah juga mengapresiasi penataan lokasi expo yang dinilai lebih rapi dan nyaman dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, peningkatan kualitas penyelenggaraan menjadi salah satu faktor meningkatnya minat kunjungan masyarakat.

Selain sektor ekonomi, DPRD Kotim juga memberikan perhatian pada aspek pelestarian budaya daerah yang turut dihadirkan dalam Sampit Expo 2026.

Festival Budaya Habaring Hurung, yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan, dinilai mampu memperkuat identitas budaya sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

“Perpaduan antara pameran ekonomi dan festival budaya ini sangat baik. Tidak hanya menggerakkan ekonomi, tetapi juga menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya daerah,” tambahnya.

Ke depan, Juliansyah berharap Sampit Expo dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan konsep yang semakin inovatif dan inklusif. DPRD Kotim, kata dia, siap memberikan dukungan agar kegiatan tersebut semakin memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Sampit Expo 2026 yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-73 Kabupaten Kotim, Berdasarkan laporan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kotim, selama sepekan pelaksanaan, perputaran ekonomi yang tercatat mencapai kisaran Rp7 hingga Rp8 miliar.

Selain pameran produk, kegiatan ini juga diramaikan dengan operasi pasar murah bekerja sama dengan Bulog dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta berbagai lomba dan atraksi budaya melalui Festival Budaya Habaring Hurung dan Gelora Kriya Dekranasda Kotim 2026.

Secara keseluruhan, DPRD Kotim menilai Sampit Expo 2026 menjadi contoh sinergi positif antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berdaya saing. (TIM.RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *