Anggota DPRD Kotim dapil IV, Hj. Mariani.
SAMPIT.INDOBORNEONEWS– Kebutuhan air bersih, pembangunan jalan penghubung antardesa, hingga penanganan sampah menjadi sejumlah persoalan yang disoroti anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Hj. Mariani, dalam kegiatan reses di Daerah Pemilihan (Dapil) IV.
Legislator dari Partai Golkar tersebut menampung aspirasi masyarakat yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar dan lingkungan. Persoalan itu meliputi layanan air bersih di Kecamatan Telawang, jalan penghubung Desa Biru Maju menuju Desa Sumber Makmur, serta pengelolaan sampah di Kecamatan Kota Besi.
Di Kecamatan Telawang, layanan air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang masih dinantikan masyarakat. Mariani menyampaikan bahwa sarana dan prasarana pendukung layanan PDAM disebut telah tersedia. Bahkan, terdapat tiga pegawai yang digaji sejak 2014. Namun, masyarakat hingga kini masih mengharapkan layanan air bersih dapat berfungsi dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Yang sangat diperlukan masyarakat di Kecamatan Telawang adalah air bersih. Sarana dan prasarananya disebut sudah lengkap, bahkan ada tiga pegawai PDAM yang digaji sejak 2014. Namun, masyarakat masih mengharapkan air bersih tersebut,” ungkap Mariani, Jum’at (9/10/2026).
Menurutnya, kondisi itu perlu mendapat perhatian dari instansi terkait agar kendala yang menghambat pelayanan dapat diketahui. Evaluasi diperlukan untuk memastikan kesiapan fasilitas, operasional, serta langkah yang dibutuhkan supaya layanan air bersih benar-benar bisa dirasakan masyarakat.
Air bersih merupakan kebutuhan pokok yang berkaitan erat dengan kesehatan dan kualitas hidup warga. Karena itu, keberadaan fasilitas pendukung perlu diikuti dengan pelayanan yang berjalan baik, sehingga masyarakat tidak terus menunggu pemenuhan kebutuhan dasar tersebut.
Selain air bersih, Mariani juga menyoroti jalan penghubung dari Desa Biru Maju menuju Desa Sumber Makmur. Ia menyebut, persoalan jalan tersebut belum tertangani sejak dirinya menjadi anggota DPRD Kotim.
Jalan antardesa memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas warga, memperlancar aktivitas ekonomi, serta memudahkan masyarakat menjangkau berbagai fasilitas pelayanan. Infrastruktur yang memadai juga dibutuhkan untuk mendukung konektivitas antarwilayah dan kegiatan sehari-hari.
Karena itu, penanganan jalan tersebut diharapkan kembali menjadi perhatian pemerintah daerah. Evaluasi kondisi di lapangan dan perencanaan yang jelas diperlukan agar kebutuhan masyarakat dapat ditindaklanjuti sesuai skala prioritas serta kemampuan anggaran.
Persoalan lainnya berada di Kecamatan Kota Besi, yakni pengelolaan sampah yang dinilai mendesak. Mariani mengungkapkan masih banyak masyarakat yang membuang sampah hingga ke bantaran sungai. Kebiasaan tersebut berpotensi mencemari air dan menyebabkan pendangkalan sungai apabila tidak ditangani dengan baik.
“Penanganan sampah di Kecamatan Kota Besi juga mendesak. Masih banyak masyarakat yang membuang sampah ke bantaran sungai sehingga berpotensi menyebabkan pencemaran air dan pendangkalan sungai. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Menurut Mariani, penanganan sampah perlu dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah daerah diharapkan memperhatikan ketersediaan fasilitas pembuangan, sistem pengangkutan, serta pengelolaan sampah yang mudah dijangkau masyarakat.
Di samping penyediaan sarana, edukasi kepada masyarakat juga penting agar kebiasaan membuang sampah ke sungai dapat dikurangi. Kesadaran menjaga lingkungan perlu dibangun bersama sehingga sungai tidak dijadikan tempat pembuangan sampah yang berisiko menimbulkan pencemaran.
Permasalahan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga keberlangsungan lingkungan dan kondisi sungai. Jika tidak ditangani secara terencana, penumpukan sampah dapat mengganggu kualitas lingkungan serta meningkatkan beban penanganan di kemudian hari.
Melalui kegiatan reses tersebut, Mariani berharap berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat menjadi bahan perhatian dan evaluasi bagi perangkat daerah terkait. Persoalan air bersih di Telawang, jalan penghubung Biru Maju–Sumber Makmur, dan pengelolaan sampah di Kota Besi membutuhkan tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing instansi.
Ia berharap upaya koordinasi dan perencanaan yang tepat dapat mendorong penyelesaian persoalan secara bertahap. Dengan demikian, kebutuhan dasar masyarakat, akses infrastruktur, serta lingkungan yang bersih dan sehat dapat semakin diperhatikan dalam pembangunan di Kabupaten Kotawaringin Timur. (S)












