Periode Lebaran Resmi Ditutup, KSOP Sampit Evaluasi Jadwal Keberangkatan Kapal

SAMPIT.Indoborneonews.com – Pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran (Angleb) 2026 di Pelabuhan Sampit resmi ditutup setelah berlangsung selama 18 hari, terhitung sejak 13 hingga 30 Maret 2026. Penutupan ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian pelayanan angkutan laut selama periode mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Hotman Siagian, menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan Angleb 2026 berjalan tertib, aman, dan lancar berkat sinergi lintas instansi serta kesiapsiagaan seluruh petugas di lapangan.

“Seluruh rangkaian kegiatan selama periode Lebaran dapat berjalan dengan baik, aman, dan kondusif. Ini merupakan hasil kerja sama semua pihak,” ujarnya saat penutupan posko, Selasa (30/3/2026).

Meski berlangsung lancar, KSOP Sampit tetap melakukan evaluasi, khususnya terkait jadwal keberangkatan kapal yang dinilai masih perlu penataan lebih optimal. Dalam beberapa kesempatan, terjadi penumpukan jadwal keberangkatan kapal dalam waktu yang berdekatan.

Seperti yang terjadi pada 15 Maret 2026, tiga kapal diberangkatkan dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, yakni KM Leuser pukul 11.00 WIB, KM Kirana III pukul 12.00 WIB, dan KM Rucitra VI pukul 14.00 WIB. Kondisi ini berpotensi menimbulkan antrean dan kepadatan penumpang di pelabuhan.

Sebagai langkah antisipasi, pihak KSOP telah menerapkan sistem check-in lebih awal, sekitar 3 hingga 4 jam sebelum keberangkatan. Ke depan, koordinasi dengan operator kapal akan diperkuat untuk mengatur jeda minimal antar jadwal keberangkatan.

“Ke depan, kami akan mengatur jeda waktu keberangkatan agar tidak terlalu berdekatan, sehingga pelayanan kepada penumpang bisa lebih optimal,” tegasnya.

Selain itu, data selama periode Angleb 2026 juga mencatat adanya penurunan jumlah penumpang sebesar 16,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total penumpang tercatat sebanyak 13.190 orang, atau berkurang 2.643 orang dari tahun 2025 yang mencapai 15.836 penumpang.

Hotman menegaskan, berakhirnya periode Lebaran bukan berarti tugas selesai, melainkan menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna meningkatkan kualitas pelayanan di masa mendatang.

“Keberhasilan bukan hanya diukur dari angka, tetapi dari rasa aman dan nyaman yang dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *