Setelah kejadian ini Cak Sam mengimbau kepada masyarakat agar hindari VCS dengan orang tak dikenal dan waspadai akun palsu di media sosial.
PALANGKA RAYA, Indoborneo News – Seorang dosen muda berinisial Bunga (28), menjadi korban penipuan dan pemerasan setelah berkenalan dengan akun palsu anggota Brimob di TikTok. Korban melapor dan curhat kepada Cak Sam Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) setelah diancam akan disebarkan video syurnya, Kamis (14/5/2026).
Pelaku menggunakan foto profil berseragam Brimob untuk meyakinkan korban. Akun tersebut merupakan akun fake yang memakai foto anggota Brimob asli.
Cak Sam Polda Kalteng, menyampaikan bahwa setelah keduanya menjalin komunikasi, pelaku merayu Bunga agar mau berpacaran secara online dan kemudian mengajak melakukan video call sex atau VCS.
“Tanpa sepengetahuan Bunga, pelaku merekam layar saat VCS berlangsung. Keesokan harinya, pelaku mengaku terkena razia provos dan menemukan video syur korban di gawainya,“ kata Cak Sam.
Tidak berhenti di situ, seseorang yang mengaku sebagai komandan pelaku menghubungi Bunga. Orang tersebut menawarkan agar kasus tidak diproses hukum dan tidak diberitahukan ke media dengan syarat korban membayar Rp 20 juta.
Tidak ingin menjadi korban pemerasan dan malu, Bunga kemudian menghubungi Cak Sam Polda Kalteng untuk meminta bantuan dan menceritakan kejadian yang dialaminya.
Cak Sam langsung menghubungi pelaku dan meminta agar menghentikan perbuatannya. Ia menegaskan jika tidak dihentikan, kasus ini akan diproses hukum.
Pelaku akhirnya menyerah. “Iya Maaf Pak, gabakal saya sebar juga Pak, malah boomerang nanti,” ujar pelaku setelah dihubungi Cak Sam.
Cak Sam mengimbau masyarakat menjadikan kasus ini sebagai pelajaran. Ia kembali mengingatkan agar tidak melakukan VCS dengan siapa pun, apalagi dengan orang yang baru dikenal di media sosial.
Menurutnya, VCS sangat rentan direkam layar dan rekaman itu kerap digunakan sebagai alat pengancaman serta pemerasan. Di media sosial banyak akun palsu yang menggunakan foto dan video orang lain untuk menipu korbannya.
Polda Kalteng meminta masyarakat lebih waspada dan segera melapor jika mengalami hal serupa.
(Fauji)












