“Wow” Suami Baru Empat Bulan Menikah Mendadak Hilang, Bawa Motor Kredit Milik Istri

SAMPIT – Kisah rumah tangga seorang perempuan pekerja sawit di wilayah desa Sebungsu,Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendadak menjadi perhatian warga setelah sang suami ( Edison Bolla ) menghilang dan membawa kabur sepeda motor milik istrinya yang masih berstatus kredit.

Peristiwa itu terjadi usai pasangan tersebut terlibat cekcok rumah tangga terkait persoalan ekonomi dan tanggung jawab sebagai kepala keluarga.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pasangan itu baru menikah sekitar empat bulan lalu. Sebelum menikah, keduanya diketahui telah saling mengenal kurang lebih selama satu tahun.

Namun, setelah menikah, kehidupan rumah tangga mereka disebut tidak berjalan harmonis. Sang suami diduga tidak memiliki pekerjaan tetap dan lebih banyak menggantungkan kebutuhan hidup kepada istrinya.

Sementara itu, sang istri sehari-hari bekerja sebagai pencari berondolan sawit di kawasan perkebunan PT Task 2 afdeling 88

“Selama ini istrinya yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan suaminya jarang bekerja,” ungkap seorang sumber yang mengetahui persoalan tersebut, Jumat (16/5).

Menurut sumber itu, pertengkaran antara keduanya terjadi sekitar sepuluh hari lalu, tepatnya pada malam Rabu menuju Kamis. Saat itu, sang istri meminta agar suaminya mulai bekerja demi membantu kebutuhan rumah tangga.

“Namanya istri pasti ingin dinafkahi. Dia cuma meminta suaminya kerja apa saja yang penting halal,” katanya.

Keesokan paginya, pria tersebut berpamitan kepada istrinya dengan alasan hendak mencari pekerjaan di wilayah Afdeling 16 kawasan perkebunan sawit PT Task 2

Namun hingga sore hari, pria itu tak kunjung pulang ke rumah. Pihak keluarga dan kerabat sempat berupaya mencari keberadaannya ke lokasi yang disebutkan, tetapi hasilnya nihil.

Belakangan diketahui, pria yang bernama Edison Bolla tersebut diduga pergi membawa sepeda motor milik istrinya. Ironisnya, kendaraan itu masih dalam status cicilan.

 

“Motor itu atas nama istrinya dan masih angsuran. Sampai sekarang motornya juga belum kembali,” ujarnya.

Meski keberadaan pria tersebut belum diketahui pasti, nomor teleponnya disebut masih aktif dan sesekali membalas pesan. Namun jawaban yang diberikan dinilai berbelit-belit dan tidak memberikan kepastian kapan akan pulang.

Karena merasa dirugikan dan tidak mendapat kejelasan, pihak keluarga perempuan kini berencana melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian, yakni ke Polsek Parenggean.

“Rencananya hari ini mau melapor ke polisi karena sudah tidak ada itikad baik,” tutupnya.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *