Kepala SMAN 1 Cempaga, Muhamad Toyep
SAMPIT.INDOBORNEONEWS– Musibah kebakaran melanda SMAN 1 Cempaga di Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu (27/9/2026) dini hari. Meski sejumlah bangunan terdampak, proses pembelajaran siswa dipastikan tetap berlanjut dengan memanfaatkan ruang sekolah yang masih dapat digunakan.
Api diketahui berkobar sekitar pukul 02.30 WIB dan dengan cepat merambat ke sejumlah bagian bangunan. Sedikitnya enam bagian bangunan terdampak, terdiri dari tiga ruang kelas, ruang kantor, ruang guru dan aula. Satu bagian bangunan juga terpaksa dibobok untuk mencegah api merambat lebih luas.
Kepala SMAN 1 Cempaga, Muhamad Toyep, mengatakan sekolah masih memiliki sembilan ruang kelas yang dapat dimanfaatkan. Selain itu, laboratorium juga disiapkan sebagai alternatif untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
“Untuk pembelajaran, insyaallah masih bisa dilaksanakan menggunakan ruang-ruang yang tersisa. Alhamdulillah masih ada sembilan ruang kelas dan kita bisa memanfaatkan laboratorium untuk pembelajaran,” ujarnya.
Toyep menjelaskan, untuk sementara kegiatan pembelajaran masih dilakukan secara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Langkah tersebut dilakukan sambil menunggu proses pemulihan kondisi sekolah dan arahan lebih lanjut dari pimpinan.
“Sejak kemarin sebenarnya kita sudah PJJ. Sesuai arahan pimpinan, PJJ masih kita lanjutkan sampai proses pemulihan dilaksanakan,” katanya.
Terkait penyebab kebakaran, pihak sekolah menduga kejadian tersebut berkaitan dengan jaringan listrik atau arus pendek dari perangkat elektronik. Namun, penyebab pasti masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kalau kami mengira memang dari jaringan, kemungkinan ada korsleting listrik. Di sana juga ada AC, kulkas dan solar cell sehingga saat terbakar api semakin sulit dipadamkan,” jelasnya.
Proses pemadaman kemudian dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Penanganan berlangsung hingga sekitar pagi hari.
Toyep menyampaikan jumlah siswa SMAN 1 Cempaga saat ini sekitar 274 siswa. Ia memastikan pihak sekolah akan terus berupaya agar aktivitas pendidikan tetap berjalan meski kondisi sekolah sedang dalam tahap pemulihan.
“Kami mohon doanya, mudah-mudahan semuanya bisa kita selesaikan dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Pihak sekolah juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk penanganan pascakebakaran, termasuk memastikan ruang belajar yang masih tersedia dapat digunakan secara optimal.
Dengan kondisi tersebut, aktivitas pendidikan di SMAN 1 Cempaga diupayakan tetap berjalan. Siswa sementara diarahkan mengikuti pembelajaran sesuai kebijakan sekolah hingga kondisi fasilitas yang terdampak dapat dipulihkan. (Sg).












