Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun! Pelajar Tenggelam di Parenggean Ditemukan Meninggal Dunia Usai Pencarian Berjam-jam

SAMPIT – Upaya pencarian terhadap seorang pelajar bernama Andika Sifa Alfianur bin Untung Supriadi (15), siswa MTsN Al Fajar, yang dilaporkan tenggelam di kawasan Pasar Parenggean, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berakhir duka.

Setelah dilakukan penyisiran selama beberapa jam, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (27/4/2026) sore. Ia sebelumnya dilaporkan hilang setelah tenggelam di Sungai Tualan, tepatnya di sekitar Jalan Sartika, kawasan Pasar Parenggean.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menjelaskan bahwa laporan kejadian diterima sekitar pukul 12.47 WIB, atau tidak lama setelah insiden terjadi. Menindaklanjuti informasi tersebut, berbagai unsur langsung bergerak melakukan pencarian.

“Begitu laporan masuk, upaya pencarian langsung dilakukan oleh pihak kecamatan, kepolisian, relawan, serta masyarakat setempat,” kata Multazam.

Seiring berjalannya waktu, pencarian terus diperluas dengan melibatkan koordinasi lintas instansi, termasuk dengan tim dari Pos SAR Sampit. Tim gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi korban diduga tenggelam dengan berbagai metode, baik dari darat maupun menggunakan peralatan air.

Setelah beberapa jam pencarian, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 15.09 WIB. Namun, saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

“Waktu di temukan pada sekitar pukul 15.09 WIB. Waktu yang kami catat saat Sekcam menyampaikan kabar dan langsung dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujarnya.

Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RS Pratama Parenggean untuk dilakukan penanganan lebih lanjut, termasuk proses otopsi.

Dalam operasi tersebut, BPBD Kotim mengerahkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) serta sejumlah peralatan pendukung seperti perahu karet, motor perahu, hingga perlengkapan evakuasi lainnya.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Peristiwa ini menambah daftar kejadian kecelakaan air di wilayah tersebut dan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di sekitar sungai. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *