Kegiatan ini merupakan evaluasi yang dilakukan secara objektif dan transparan tersebut.
SAMPIT, Indoborneo News – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Bertempat di ruang serba guna Jelawat Lapas Sampit.
Sidang ini fokus membahas usulan program reintegrasi sosial bagi sejumlah warga binaan. Hadir juga dalam sidang TPP kali ini PK Bapas Kelas II Sampit dan tiga puluh tujuh orang warga binaan yang disidangkan, Kamis (11/6).
Agenda utama sidang TPP ini adalah menilai dan memverifikasi kelayakan para warga binaan yang akan diusulkan untuk mendapatkan program Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), serta Asimilasi Kerja Dalam Tembok Lapas.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani menjelaskan, bahwa sidang TPP merupakan bagian krusial dalam pemenuhan hak warga binaan, dengan tujuan untuk menilai tingkat perubahan perilaku, kedisiplinan, dan keaktifan warga binaan dalam mengikuti program pembinaan.
baca juga
Cekcok Berujung Sajam di Eks Golden Sampit, Polisi Kejar Pelaku Pembacokan
Ia menyampaikan melalui evaluasi yang dilakukan secara objektif dan transparan tersebut, negara memastikan bahwa hak-hak bersyarat seperti PB, CB, dan Asimilasi hanya diberikan kepada mereka yang benar-benar telah siap dan menunjukkan iktikad baik untuk kembali ke masyarakat.
Tidak hanya itu, Kalapas juga memberikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi dan integritas tim TPP dalam menjalankan tugasnya. Meski sedang berada di tempat berbeda karena agenda kedinasan lain, beliau menegaskan dukungan penuhnya terhadap kelancaran sidang ini.
baca juga
Jalan Rusak Sampit–Samuda Kerap Makan Korban, Kini Diperparah Tumpahan Minyak CPO
“Sidang TPP adalah instrumen penting untuk memastikan proses penilaian berjalan adil dan sesuai aturan. Saya sangat mengapresiasi jajaran tim TPP Lapas Sampit yang tetap solid dan profesional mengawal hak-hak warga binaan, demi mewujudkan pemasyarakatan yang maju dan humanis,“ bebernya.
Sidang berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, dengan tetap mengedepankan asas keterbukaan dan akuntabilitas.
(Fauji)












