TUNGKARAN, Indoborneo News – Puluhan pegiat dan pecinta pusaka Banua Kalimantan Selatan (Kalsel) berkumpul di Desa Tungkaran, Martapura, Jumat malam Sabtu (19/6/2026), untuk menggelar Salamatan Muharram dan Basalamatan Wasi 1448 Hijriah.
Dalam kegiatan ini mengusung tema “Salamatan Muharram, Mambuhul Adat, Mamalihara Warisan”, kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama mempererat adat dan memelihara warisan budaya Banjar.
Acara yang berlangsung di kediaman Muhammad Randy Rafsanjani, selaku tuan rumah sekaligus narasumber, menyebut kegiatan ini bukan sekadar ritual keagamaan.
“Kegiatan yang digelar pada malam ini, Alhamdulillah berjalan khidmat dalam suasana kekeluargaan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin sebagai permohonan keselamatan, dan keberkahan memasuki bulan Muharram,“ kata Randy.
baca berita lain
Tiga Hari Hilang Terbawa Arus Sungai Kahayan, Remaja 15 Tahun Ditemukan Meninggal
Suasana kian syahdu saat para hadirin melantunkan Sholawat Burdah dengan lagam khas Kampung Pesayangan, menghadirkan nuansa religius yang kental dengan kearifan lokal Banjar.
Prosesi dilanjutkan dengan doa selamat sebagai wujud syukur dan harapan agar seluruh hadirin senantiasa dilimpahi keselamatan, keberkahan, dan kemudahan.
baca juga
Izin ke WC Tetangga, Kakek 69 Tahun di Sampit Ditemukan Tertelungkup Tak Bernyawa
Puncak acara ditandai dengan tampung tawar, tradisi adat Banjar yang sarat makna sebagai simbol permohonan ketenteraman dan keberkahan hidup.
“Ini adalah ikhtiar bersama untuk mambuhul adat, mengikat dan mempererat adat, sekaligus mamalihara warisan yang dititipkan para pendahulu,” ujarnya.
Selain menjadi sarana ibadah, Salamatan Muharram dan Basalamatan Wasi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarpeggiat pusaka Banua. Acara ditutup dengan ramah tamah, diwarnai diskusi hangat seputar pelestarian budaya Banjar dalam semangat persaudaraan.
Kegiatan ini menegaskan komitmen masyarakat pecinta pusaka Banjar untuk terus menjaga tradisi di tengah arus zaman, sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1448 H dengan doa dan kebersamaan.
(Fauji)












