SAMPIT.Indoborneonews.com – DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di pasaran menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini dinilai penting agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan.
Anggota Komisi II DPRD Kotim, Zainuddin, mengatakan pemerintah daerah melalui dinas terkait perlu melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi pasar, terutama menjelang hari besar keagamaan yang biasanya diikuti peningkatan permintaan masyarakat.
“Kita mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk memastikan ketersediaan bahan pokok di Kotawaringin Timur tetap aman menjelang hari raya,” ujarnya, Senin (9/3/2025).
Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima dari dinas terkait, secara umum stok bahan pokok di Kotim masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.
“Alhamdulillah dari informasi dinas perdagangan dan instansi terkait lainnya, ketersediaan barang di Kotawaringin Timur insyaallah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat hari raya,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui beberapa komoditas biasanya mengalami kenaikan harga menjelang hari besar, seperti daging, ayam, cabai, dan bawang. Namun ia berharap kenaikan tersebut tidak terlalu signifikan.
“Memang biasanya ada beberapa komoditas yang berpotensi naik seperti daging, ayam dan cabai. Mudah-mudahan kenaikannya tidak terlalu signifikan, mungkin sekitar Rp10 ribu sampai Rp15 ribu saja untuk daging,” jelasnya.
politisi PKB ini juga menyoroti komoditas cabai dan bawang yang kerap menjadi pemicu inflasi karena harganya cenderung melonjak tajam saat momen hari besar.
“Biasanya yang memicu inflasi itu cabai dan bawang. Saat momen hari besar, harga cabai kadang bisa naik sampai Rp80 ribu bahkan lebih dari Rp100 ribu per kilogram,” ungkapnya.
Karena itu, DPRD berharap pemerintah daerah terus melakukan pengawasan serta memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar di sejumlah pasar di Kotim, sehingga ketersediaan barang tetap terjaga dan harga tidak memberatkan masyarakat menjelang perayaan Lebaran. (Redaksi)












