Berita  

Polisi Tindak Dugaan Penyimpangan, 8 Ton Pupuk Subsidi Diamankan di Kotim

SAMPIT.Indoborneonews.com– Aparat kepolisian Polsek Jaya Karya, Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengamankan sekitar 8 ton pupuk subsidi atau setara 160 sak dalam operasi penindakan di wilayah Desa Kuin Permai, Kecamatan Teluk Sampit. Pengamanan ini dilakukan menyusul adanya dugaan penyimpangan dalam distribusi pupuk bersubsidi.

Barang bukti tersebut diamankan dari satu unit truk yang mengangkut pupuk subsidi tersebut. Tindakan cepat aparat dilakukan setelah menerima laporan masyarakat terkait adanya aktivitas distribusi yang diduga tidak sesuai ketentuan.

Kasi Humas Polres Kotim, AKP Edy Wiyoko, mewakili Kapolres Kotim AKBP Resky Maulanan Zulkarnain, membenarkan adanya pengamanan tersebut. Ia menegaskan bahwa kasus ini masih dalam tahap awal penyelidikan.

“Benar, pengamanan dilakukan oleh Polsek Jaya Karya sekitar satu minggu yang lalu. Tidak ada penangkapan, hanya pengamanan kendaraan dan barang bukti. Sopir sudah dimintai keterangan, dan saat ini proses masih berjalan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Dari hasil pendataan sementara, pupuk subsidi tersebut diketahui merupakan alokasi untuk kebutuhan petani di Desa Kuin Permai. Namun, pihak kepolisian masih mendalami dugaan adanya pergeseran distribusi ke luar wilayah yang tidak sesuai dengan peruntukan.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya penyimpangan dalam distribusi pupuk subsidi. Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas kemudian melakukan penelusuran hingga berhasil mengamankan kendaraan pengangkut pupuk di lapangan.

Saat ini, seluruh pihak terkait masih menjalani pemeriksaan untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam proses distribusi pupuk tersebut.

“Saat ini masih dalam tahap pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut,” tambahnya.

Pihak kepolisian menegaskan akan menangani kasus ini secara profesional dan transparan, serta mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mengawasi distribusi pupuk subsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *