Hardiknas 2026 di Baamang Meriah, Semangat Kebersamaan Iringi Pembukaan OSN, O2SN dan FLS3N

SAMPIT.Indoborneonews.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 tahun 2026 di Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan yang dirangkai dengan pembukaan Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) ini digelar di halaman SDN 1 Baamang Tengah, Sabtu (2/5/2026) pagi.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Baamang bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKS) Cerdas Membangun dengan mengusung tema “Berprestasi dengan Kejujuran, Bersaing dengan Sportivitas.”

Bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus Ketua KKS Cerdas Membangun Kecamatan Baamang, Hasanuddin, MS, M.Pd menyampaikan bahwa peringatan Hardiknas tahun ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antar tenaga pendidik.

“Yang dilaksanakan hari ini adalah upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional ke-67 tahun 2026 yang dirangkai dengan pembukaan OSN, O2SN, dan FLS3N tingkat Kecamatan Baamang. Ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bergiliran di berbagai sekolah di Kecamatan Baamang. Tahun ini, SDN 1 Baamang Tengah menjadi tuan rumah setelah sebelumnya digelar di sekolah lain.

“Lokasi selalu berpindah setiap tahun. Sebelumnya di SDN 2 Baamang Hulu dan SDN 4 Baamang Hilir, kini di SDN 1 Baamang Tengah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hasanuddin menekankan bahwa nilai utama yang tampak dalam kegiatan ini adalah kebersamaan dan kekompakan seluruh kepala sekolah dan guru.

“Yang bisa dipetik adalah kebersamaan. Kami melihat seluruh kepala sekolah di KKS Cerdas Membangun ini kompak, bahu-membahu menyukseskan program pemerintah di bidang pendidikan,” katanya.

Suasana kekompakan tersebut terlihat jelas sejak awal hingga akhir kegiatan. Sekitar 250 guru dari sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Baamang hadir dan berpartisipasi aktif, menunjukkan solidnya sinergi antar satuan pendidikan.

Menariknya, seluruh peserta mengenakan pakaian adat daerah sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus menjalankan instruksi dari Kementerian Pendidikan.

“Penggunaan pakaian adat ini untuk melestarikan budaya dan juga merupakan instruksi dari Menteri Pendidikan,” tambahnya.

Hasanuddin berharap, melalui kegiatan ini, prestasi siswa di Kecamatan Baamang dapat meningkat hingga ke tingkat provinsi.

“Harapannya, tahun ini Baamang bisa meraih prestasi, minimal sampai tingkat provinsi. Untuk guru juga diharapkan terus meningkatkan kompetensi agar pendidikan di Baamang semakin maju,” tegasnya.

Sementara itu, Pengawas Disdik Korwil Baamang, Wahyu Eka Prasetyo, M.Pd menjelaskan bahwa kegiatan OSN, O2SN, dan FLS3N merupakan ajang tahunan yang diikuti oleh 21 sekolah dasar di Kecamatan Baamang.

“Ini adalah kegiatan rutin tahunan yang diikuti 21 sekolah SD di Kecamatan Baamang,” ujarnya.

Untuk cabang lomba O2SN, meliputi atletik, renang, pencak silat, bulu tangkis, dan senam lantai. Pelaksanaan lomba disesuaikan dengan cabang masing-masing dan dilaksanakan di lokasi yang telah ditentukan.

“Setiap cabang memiliki lokasi tersendiri yang sudah kami koordinasikan sebelumnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, target utama kegiatan ini adalah meloloskan peserta ke tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional.

“Seperti tahun sebelumnya, kami menargetkan bisa lolos ke tingkat kabupaten hingga provinsi, bahkan nasional,” ungkapnya.

Wahyu juga menyebutkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti berkat koordinasi yang baik antara guru, kepala sekolah, dan panitia.
“Alhamdulillah tidak ada kendala, semua berjalan dengan baik karena dukungan dari semua pihak,” katanya.

Untuk dewan juri, panitia melibatkan berbagai pihak, baik dari kalangan guru, kepala sekolah, maupun pihak luar seperti sanggar seni khusus untuk FLS3N.

Usai upacara, suasana semakin semarak dengan penampilan tarian massal khas Kalimantan Tengah yang dibawakan para peserta yang masih mengenakan pakaian adat. Penampilan tersebut menjadi simbol kuat kebersamaan, sekaligus menegaskan komitmen dunia pendidikan di Kecamatan Baamang dalam melestarikan budaya daerah. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *