INDOBORNEO NEWS, Sampit – Aktivitas dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, diduga masih berlangsung di sejumlah wilayah.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 00.30 WIB, salah satu lokasi di kawasan Jalan Rambat Raya, Kelurahan Baamang Barat, terlihat adanya aktivitas bongkar muat jerigen yang diduga berisi BBM subsidi.
Sebelumnya, dari hasil pantauan di lokasi tersebut juga terlihat puluhan jerigen yang diduga berisi BBM subsidi disimpan di dalam bak mobil pick up dan sebagian lainnya berada di dalam rumah.
Pria berinisial S (53) mengaku BBM tersebut merupakan miliknya dan disebut akan dijual kembali ke Kasongan dengan keuntungan sekitar Rp25 ribu per jerigen.
“Untuk pendistribusian kami memiliki dua unit armada, masing-masing bisa memuat sekitar 50 jerigen bahkan lebih setiap harinya,” ujarnya saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Informasi dari warga setempat menyebutkan aktivitas bongkar muat jerigen di lokasi tersebut masih kerap terlihat, terutama pada malam hari.

“Saya sering lihat pick up putih bongkar muat puluhan jerigen,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Senin (18/5/2026).
Warga tersebut juga menyebut BBM yang dikumpulkan dari para pelangsir diduga dijual kembali ke luar daerah dengan harga lebih tinggi.
Praktik dugaan penyalahgunaan BBM subsidi tersebut berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda hingga miliaran rupiah.
Sementara itu, Kapolsek Baamang, Iptu Dr. Helmi Hamdani, saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis (21/5), mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi yang dimaksud. Namun, dari hasil pengecekan, polisi mengaku tidak menemukan barang bukti.
“Pada Senin malam (18/5/2026), kami melakukan pengecekan lokasi dan tidak menemukan Barang bukti, hanya beberapa jerigen kosong,” ujar kapolsek baamang.
(red)
Iklan













