PALANGKA RAYA, Indoborneo News – Seorang pemuda berinisial KU, 25 tahun, mendapat pembinaan dari Cak Sam Polda Kalimantan Tengah setelah mengancam bunuh diri akibat diputuskan oleh kekasihnya. Peristiwa itu terjadi di Kota Palangka Raya, Jumat (22/5/2026).
Ancaman tersebut disampaikan KU kepada mantan kekasihnya berinisial BA, 25 tahun, yang merupakan karyawati salah satu perusahaan di Kota Palangka Raya. Merasa tertekan, BA kemudian melapor dan meminta arahan kepada Cak Sam Polda Kalteng.
Cak Sam menyampaikan, BA meminta solusi menghadapi mantan pacar yang tidak terima diputuskan dan terus mengancam akan mengakhiri hidup. BA mengaku ingin mengakhiri hubungan asmara dengan KU karena berbagai alasan yang tidak dapat dijelaskan secara rinci.
“Kata BA, KU mengaku siap mati dan sudah menyiapkan segalanya karena menyesal menjalin hubungan dengannya. BA takut kalau KU benar-benar melakukan itu,” ujar Cak Sam, Sabtu (23/5).
BA dan KU diketahui telah menjalin hubungan selama 8 tahun, sejak keduanya masih duduk di bangku sekolah di wilayah Kabupaten Barito Timur. Setelah lulus, mereka sama-sama melanjutkan kuliah di Kota Palangka Raya.
Saat ini BA telah menyandang gelar sarjana dan bekerja di salah satu perusahaan di Palangka Raya. Sementara KU dikeluarkan dari kampusnya karena tidak menyelesaikan studi.
Baca juga berita lainnya
Menindaklanjuti laporan tersebut, Cak Sam menghubungi KU dan mempertemukan keduanya. Dalam pertemuan itu, KU diberi pembinaan agar tidak putus asa menghadapi masalah percintaan.
“Kalau sudah diputuskan harus diterima dengan baik. Toh di dunia ini perempuan tidak cuma satu. Kamu laki-laki dan masih muda. Kamu bisa mencari gantinya,” kata Cak Sam saat menasihati KU.
Setelah melalui proses pembinaan dan mediasi, KU akhirnya menyadari kesalahannya. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada BA dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
(Fauji/*)












