Ricky RW 05 di wilayah WMP 19 menyampaikan keluhan warganya adanya keluhan jalan rusak akibat mobil bermuatan berat beraktivitas untuk pembangunan SR di Kotim.
SAMPIT, Indoborneo News – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) dari pemerintah pusat di Jalan samping Waterpark Wengga Metropolitan (WMP), Kelurahan Baamang Tengah, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menuai keluhan warga.
Kerusakan jalan akibat lalu lintas truk bermuatan berat menjadi sorotan utama masyarakat WMP.
Ketua RW 05 WMP 19, Ricky, menegaskan bahwa warga mendukung penuh program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat. Dukungan itu tidak terlepas dari manfaat program pendidikan gratis bagi masyarakat Kotim. Namun ia menilai aktivitas kendaraan proyek belum memperhatikan dampak terhadap akses jalan warga.
“Kita sangat mendukung program pemerintah dalam hal pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Sekolah Rakyat sangat membantu meningkatkan pendidikan gratis untuk masyarakat. Namun aktivitas mobil bermuatan berat yang mengakibatkan jalan rusak tanpa perhatian jelas menjadi polemik warga,” ujar Ricky saat ditemui di lokasi, Rabu (13/5/2026).

Pantauan Indoborneo News di lapangan menunjukkan truk bermuatan berat keluar masuk lokasi proyek setiap hari. Sejumlah kendaraan juga terparkir hingga ke bahu jalan. Kondisi ini membuat warga yang melintas merasa terganggu dan khawatir keselamatan.
Ricky menjelaskan, jalan tersebut merupakan akses utama warga untuk beraktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja hingga mengantar jemput anak sekolah.

Tidak hanya itu, Ricky menyebut kondisi jalan awalnya baik sebelum digunakan untuk proyek. Setelah dilalui kendaraan berat, jalan menjadi berlubang dan saat hujan berubah menjadi genangan air berlumpur.
“Keprotesan ini adalah suara warga agar jalan rusak akibat aktivitas pembangunan program pemerintah pusat menjadi pusat perhatian. Kami butuh kepastian siapa yang bertanggung jawab memperbaikinya,” tegasnya.

Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan berasrama gratis dari pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memutus rantai kemiskinan dengan menyediakan akses pendidikan berkualitas, tempat tinggal, dan kebutuhan hidup bagi anak-anak dari keluarga miskin dan prasejahtera.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pelaksana proyek maupun Dinas terkait rencana perbaikan jalan tersebut.
(Fauji)












