SAMPIT.Indoborneonews.com– Suasana haru, bangga dan penuh keakraban menyelimuti seremoni pelepasan siswa kelas XII SMKN 4 Sampit yang digelar di Aquarius Boutique Hotel Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin (4/5/2026). Sebanyak 193 siswa resmi dilepas setelah menyelesaikan masa pendidikan mereka dan bersiap melangkah menuju dunia kerja maupun jenjang pendidikan berikutnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para orang tua siswa, dewan guru, komite sekolah serta sejumlah tamu undangan yang ikut menyaksikan prosesi pelepasan berlangsung penuh khidmat dan emosional.
Kegiatan pelepasan tahun ini tampil berbeda dari biasanya. Pihak sekolah mengemas acara dengan konsep layaknya sebuah studio film yang mengajak seluruh tamu undangan menyaksikan perjalanan para siswa selama tiga tahun menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
Mulai dari aktivitas pembelajaran di kelas, praktik di lingkungan sekolah, kegiatan di Kilometer 9 hingga proses praktik kerja lapangan (PKL) di sejumlah perusahaan, semuanya ditampilkan melalui tayangan video yang disusun secara khusus oleh panitia.
Kepala SMKN 4 Sampit, Rusliharyanti mengatakan, konsep tersebut sengaja dipilih agar para orang tua dan tamu undangan dapat melihat langsung bagaimana proses perkembangan siswa selama berada di sekolah.
“Konsepnya seperti mengajak undangan menonton di studio film. Video yang ditampilkan itu benar-benar aktivitas nyata anak-anak selama proses belajar tiga tahun di sekolah,” ujarnya.
Suasana penuh haru pun beberapa kali terasa ketika video perjalanan siswa diputar. Sejumlah orang tua tampak terdiam menyaksikan momen anak-anak mereka saat mengikuti pembelajaran, praktik hingga kebersamaan bersama guru dan teman-teman di sekolah.
Tidak sedikit pula siswa yang terlihat saling berpelukan dan mengabadikan momen bersama guru sebelum resmi berpisah meninggalkan bangku sekolah. Keakraban antara siswa, guru dan orang tua terlihat begitu hangat sepanjang kegiatan berlangsung.
Selain tayangan dokumentasi perjalanan sekolah, acara juga diisi dengan penampilan bakat dan minat siswa. Beberapa siswa tampil memainkan alat musik seperti biola dan trompet, sementara lainnya membawakan seni karungut yang menambah semarak suasana acara.
Menurut Rusliharyanti, penampilan tersebut menjadi bukti bahwa siswa SMK tidak hanya dibekali kemampuan akademik dan keterampilan kerja, tetapi juga memiliki potensi lain yang terus berkembang selama bersekolah.
“Ada yang memainkan biola, karungut, trompet dan lain-lain. Jadi walaupun mereka mengambil jurusan agroteknologi atau pariwisata, ternyata mereka juga punya bakat lain,” katanya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan acara di hotel tersebut juga merupakan bentuk apresiasi sekolah kepada para siswa atas perjuangan mereka selama menempuh pendidikan. Selain itu, pihak sekolah juga ingin memberikan pengalaman berkesan bagi siswa sebelum meninggalkan sekolah.
Rusliharyanti mengungkapkan, meningkatnya kepercayaan dunia industri terhadap lulusan SMKN 4 Sampit menjadi salah satu kebanggaan tersendiri tahun ini. Bahkan, sejumlah perusahaan tempat siswa menjalani PKL disebut langsung menawarkan pekerjaan kepada para siswa setelah menyelesaikan praktik mereka.
Menurutnya, peluang kerja lulusan tahun ini sangat terbuka luas, terutama bagi siswa jurusan perkebunan yang dinilai memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
“Kalau anak-anak perkebunan semuanya mau bekerja, tahun ini hampir tidak ada yang menganggur. Banyak perusahaan sudah percaya lulusan SMKN 4 Sampit siap industri,” ucapnya.
Di sisi lain, ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan pelepasan tersebut tidak membebani siswa maupun orang tua. Seluruh pembiayaan kegiatan, termasuk perpisahan, ujian hingga uji kompetensi, disebut dikelola melalui dana BPP sekolah tanpa adanya pungutan tambahan kepada siswa.
“Tidak ada pungutan untuk ujian, PKL, uji kompetensi, ijazah sampai perpisahan. Semua murni dikelola dari dana sekolah untuk kebutuhan siswa,” tegasnya.
Ia menambahkan, meningkatnya kesadaran orang tua dalam membayar iuran BPP turut membantu sekolah memenuhi berbagai kebutuhan siswa selama proses pendidikan berlangsung.
Di akhir kegiatan, Rusliharyanti berpesan agar seluruh alumni mampu membawa semangat lulusan SMK setelah menyelesaikan pendidikan. Ia berharap para lulusan tidak ragu menentukan langkah, baik untuk langsung bekerja maupun memulai usaha sendiri.
Menurutnya, peluang kerja saat ini sangat terbuka dan harus dimanfaatkan dengan baik oleh para lulusan agar mampu mandiri serta bersaing di dunia industri maupun usaha. (Red)












