Pelepasan 229 Siswa SMKN 3 Sampit, Cetak Lulusan Siap Kerja, Hotel dan Perusahaan Sudah Melirik

SAMPIT.INDOBORNEONEWS.COM – SMK Negeri 3 Sampit kembali melepas ratusan siswanya dalam kegiatan perpisahan tahun ajaran 2025/2026 yang digelar di Hotel Werra Sampit, Kamis (7/5/2026). Sebanyak 229 siswa resmi dinyatakan lulus dan siap melanjutkan langkah menuju dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.

Kegiatan pelepasan berlangsung meriah namun penuh suasana haru. Para siswa hadir bersama orang tua dan wali, sementara jajaran guru tampak mendampingi sejak awal hingga akhir acara. Momen perpisahan terasa emosional ketika para siswa mulai berpamitan dengan guru dan rekan seangkatan mereka.

Ratusan siswa yang dilepas tersebut berasal dari lima jurusan, yakni kuliner, desain produksi busana, desain komunikasi visual (DKV), akuntansi, serta teknik sepeda motor. Mereka merupakan angkatan ke-15 sejak SMKN 3 Sampit berdiri.

Kepala sekolah, Lismayani, melalui Wakasek bidang Kurikulum Lukman Hakim, menyampaikan bahwa pelepasan siswa kali ini bukan hanya seremoni penutup masa sekolah, tetapi menjadi awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk menatap masa depan.

“Kalau konsep khusus sebenarnya tidak ada. Tapi yang jelas kami ingin menegaskan bahwa ini bukan akhir perjalanan mereka. Ini awal petualangan mereka berikutnya untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Lukman Hakim.

Menurutnya, tema yang diangkat dalam pelepasan kali ini juga menggambarkan semangat siswa untuk terus melangkah dan berkembang setelah meninggalkan bangku sekolah.

Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, SMKN 3 Sampit disebut terus berupaya mencetak lulusan yang siap pakai dan memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya siswa yang telah dilirik perusahaan bahkan sebelum resmi lulus.

Lukman mengungkapkan, pihak sekolah selama ini aktif menjalin kerja sama dengan berbagai dunia usaha dan industri melalui program praktik kerja lapangan (PKL). Dari program tersebut, banyak perusahaan yang kemudian tertarik merekrut siswa SMKN 3 Sampit karena dinilai memiliki kemampuan kerja yang baik.

“Biasanya sejak mereka PKL kami sudah punya MOU dengan tempat usaha. Jadi sebelum anak-anak lulus pun sudah ada yang menghubungi sekolah untuk mencari tenaga kerja,” katanya.

Beberapa perusahaan hingga hotel yang selama ini rutin bekerja sama dengan sekolah di antaranya Hotel Aquarius, Midtown, hingga perusahaan otomotif Yamaha.

“Dari pihak hotel biasanya mereka sudah konfirmasi ke sekolah kalau membutuhkan tenaga kerja. Dari Yamaha juga begitu, mereka mencari teknisi. Bahkan ada yang langsung meminta merekrut siswa tertentu karena dianggap bagus saat magang,” ungkapnya.

Menurut Lukman, pola seperti itu sudah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi bukti bahwa lulusan SMKN 3 Sampit cukup dipercaya oleh dunia usaha maupun industri.

Ia menegaskan, pihak sekolah akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan, baik dari sisi pembelajaran teori maupun praktik. Guru-guru juga terus didorong meningkatkan kompetensi melalui berbagai pelatihan dan BIMTEK agar proses pembelajaran semakin kreatif dan inovatif.

“Kami selalu berkomitmen meningkatkan kapasitas dan profesionalisme guru. Karena dunia kerja terus berkembang, maka sekolah juga harus mampu menyesuaikan diri agar lulusan benar-benar siap bersaing,” jelasnya.

Selain memberikan bekal keterampilan kerja, pihak sekolah juga berupaya menanamkan kesiapan mental kepada siswa agar mampu menghadapi kehidupan bermasyarakat setelah lulus nanti.

Di akhir penyampaiannya, Lukman memberikan pesan khusus kepada para alumni agar tidak terburu-buru menikah dan lebih dahulu memperbanyak pengalaman hidup.

“Perjalanan mereka masih panjang. Saya berharap mereka mencari pengalaman dulu, berpetualang dulu, supaya nanti punya bekal saat benar-benar berada di tengah masyarakat,” tutupnya. (RED).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *