SAMPIT, Indoborneo News – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-57 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) ke-3 tingkat Kecamatan Baamang tahun 2026 resmi ditutup di Kelurahan Baamang Hilir, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (22/6/2026) malam.
Penutupan ditandai dengan menabuh terbang oleh perwakilan Forkopimda Kotim, Camat Baamang Yudi Aprianur, dan Lurah Baamang Hilir. Kegiatan dihadiri Sekcam Baamang, perwakilan MUI Kotim, tokoh agama, serta masyarakat yang memadati lokasi.
Lalu, rangkaian acara diakhiri dengan pengumuman pemenang, dan penyerahan piala bagi para juara, dan pengundian door prize gratis yang menjadi kemeriahan para peserta dan penonton dalam menutup kegiatan.
Camat Baamang Yudi Aprianur mengapresiasi panitia dan masyarakat atas suksesnya kegiatan meski sempat tertunda satu bulan. “Walaupun dengan keterbatasan efisiensi anggaran dan lainnya, kita tetap dapat melaksanakan syiar Islam melalui MTQ ini,” ujarnya.
Yudi menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan syiar Islam di Kecamatan Baamang. Namun, ia mengakui ada lima cabang lomba yang tidak terlaksana karena tidak ada peserta yang mendaftar. “Ini menjadi tugas LPTQ Kecamatan untuk meningkatkan pembinaan dan mengajak masyarakat mendukung syiar Islam,” katanya.
Ke depan, pihaknya akan menggandeng sekolah dan pesantren untuk meramaikan MTQ. Yudi menargetkan kafilah Baamang bisa bersaing di tingkat kabupaten.
“Minimal tiga peserta bisa kita ikutkan. Beberapa kecamatan memang luar biasa, tidak mudah bersaing dengan mereka. Tapi kita harus berjuang, berlatih, dan belajar agar meraih hasil terbaik,” tegasnya.
Ketua Panitia Reza Aji Maulana Abdi menyampaikan terima kasih kepada dunia usaha, anggota dewan, dan masyarakat yang mendukung secara moril maupun material. “Antusias peserta tinggi hingga malam penutupan dan pengumuman juara,” ucapnya.
Reza berpesan agar para juara terus menambah ilmu untuk persiapan MTQ tingkat kabupaten. “LPTQ akan melakukan pembinaan agar persiapan lebih matang,” katanya.
Ia juga menyoroti lima perlombaan yang batal digelar. “Ini menjadi evaluasi kami. Ke depan lomba-lomba yang tidak diikuti akan diperbaiki. LPTQ Kecamatan harus lebih giat dan terstruktur menyusun kegiatan agar seluruh cabang lomba bisa terlaksana,” tutur Reza.
Ia berharap para juara tingkat kecamatan dapat menembus tiga besar di MTQ tingkat Kabupaten Kotim. “MTQ Kecamatan ini menjadi evaluasi karena ada lomba yang tidak digelar dan masih minim peserta,” tutupnya.
(Fauji)












