Lomba Dalmas tersebut menjadi kunci dalam menciptakan situasi yang kondusif sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat, Senin (22/6).
PALANGKA RAYA, Indoborneo News – Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) secara resmi membuka Final Lomba Pengendalian Massa (Dalmas) dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri, khususnya personel Dalmas, agar semakin profesional, humanis, dan siap melayani masyarakat.
Final lomba diikuti oleh enam peleton Dalmas terbaik yang berhasil lolos dari proses seleksi ketat yang melibatkan 14 Polres/Polresta jajaran Polda Kalimantan Tengah. Keenam peleton tersebut menampilkan kemampuan terbaiknya dalam berbagai aspek pengendalian massa sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Kegiatan dilaksanakan di Lapangan Barigas Polda Kalteng, Senin (22/6/2026).
Dalam amanat yang dibacakan oleh Wakapolda Kalteng, Brigjen Pol. Drs. Yosi Muhamartha, mewakili Kapolda Kalteng, bahwa lomba Dalmas bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesiapan, keterampilan, dan profesionalisme personel Dalmas.
Selain itu, kegiatan ini bertujuan menguji kesiapan fisik, kedisiplinan, ketahanan, kekompakan, serta pemahaman terhadap SOP. Lomba ini juga menjadi wadah untuk menyamakan persepsi dan standar pelaksanaan tugas antar-satuan di lingkungan Polda Kalimantan Tengah.
Sejalan dengan tema Hari Bhayangkara ke-80, seluruh personel Dalmas diharapkan mampu mengubah pola pikir dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Personel tidak lagi hanya memandang dirinya sebagai pasukan pengamanan, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang bertugas menjamin setiap warga negara dapat menyampaikan aspirasi secara konstitusional dengan aman dan tertib.
Ditekankan pula bahwa kehadiran Dalmas bertujuan menjaga agar kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung tanpa mengganggu ketertiban yang lebih luas. Oleh karena itu, setiap tindakan harus dilaksanakan sesuai SOP, dilakukan secara bertahap, proporsional, dan terukur.
Dalam pelaksanaan tugas, personel Dalmas diharapkan senantiasa mengedepankan pendekatan humanis melalui komunikasi, negosiasi, persuasi, serta kemampuan mengendalikan emosi. Pendekatan tersebut menjadi kunci dalam menciptakan situasi yang kondusif sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Lebih lanjut disampaikan bahwa tolak ukur keberhasilan personel Dalmas saat ini bukan lagi ditentukan oleh kerasnya tindakan yang dilakukan di lapangan, melainkan oleh kemampuan mengendalikan situasi tanpa terjadinya eskalasi konflik, tanpa korban, dan tanpa pelanggaran prosedur.
Di akhir amanatnya, seluruh peserta diminta untuk menjunjung tinggi sportivitas, semangat belajar, dan rasa bangga terhadap satuan masing-masing.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan kemampuan dan profesionalisme personel Dalmas semakin meningkat. Sehingga mampu memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai semangat Hari Bhayangkara ke-80, yaitu ‘Polri untuk Masyarakat’,“ pungkasnya.
(Fauji)












