Daerah  

Apel dan Doa Bersama, Wujud Penguatan Sinergi Jaga Kondusivitas Kotawaringin Timur

Apel Sabuk Kamtibmas dan Doa Bersama Lintas Agama yang digelar Polres Kotawaringin Timur, Rabu (24/6).

SAMPIT, Indoborneo News – Semangat kebersamaan dan persatuan dalam menjaga keamanan daerah tergambar dalam Apel Sabuk Kamtibmas dan Doa Bersama Lintas Agama yang digelar Polres Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (24/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolres Kotim tersebut menjadi wadah mempererat sinergi antara kepolisian, pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat dalam menjaga situasi daerah agar tetap aman, damai, dan kondusif.

Kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi dan kepedulian bersama agar kondisi yang aman dan nyaman dapat terus terpelihara di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang semakin beragam.

Banner Website

Sejumlah tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, perwakilan organisasi kemasyarakatan, paguyuban, hingga instansi terkait tampak hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan kerukunan, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah.

Rangkaian acara diawali dengan apel kamtibmas yang berlangsung penuh semangat. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama lintas agama yang dipimpin secara bergantian oleh para pemuka agama. Dalam suasana khidmat, doa dipanjatkan untuk keselamatan masyarakat, keamanan daerah, serta kelancaran tugas seluruh pihak yang berperan dalam menjaga ketertiban dan kedamaian di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, keterlibatan seluruh lapisan masyarakat sangat diperlukan agar situasi kamtibmas tetap terjaga dengan baik.

“Pada hari ini Polres Kotawaringin Timur melaksanakan kegiatan Apel Kamtibmas. Ini dimaksud untuk sama-sama kita memotivasi baik dari Polri sendiri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, dan juga kita mengundang seluruh lapisan masyarakat baik dari organisasi masyarakat, paguyuban, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan seluruh lapisan masyarakat untuk sama-sama bagaimana menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya di Kotawaringin Timur ini tetap terjaga dengan baik,” ujarnya.

Resky menjelaskan bahwa keamanan merupakan faktor penting yang memengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat. Kondisi yang aman dan kondusif akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas dengan nyaman, mendorong pertumbuhan ekonomi, memperlancar investasi, serta mendukung pelaksanaan pembangunan daerah.

Sebaliknya, apabila situasi keamanan terganggu, maka berbagai aktivitas masyarakat juga akan ikut terdampak. Oleh karena itu, menurutnya, menjaga keamanan harus dimulai dari lingkungan terkecil, seperti keluarga dan lingkungan tempat tinggal, sebelum kemudian meluas ke lingkungan yang lebih besar.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keamanan daerah tidak dapat dicapai hanya melalui kerja aparat penegak hukum. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan suasana yang tenteram dan harmonis. Kesadaran untuk saling menjaga, saling mengingatkan, dan melaporkan apabila terdapat potensi gangguan keamanan dinilai sangat penting dalam mencegah munculnya berbagai persoalan sosial.

“Esensinya adalah untuk menggugah kita semua bahwa kamtibmas ini tidak hanya serta-merta menjadi tugas Polri, tapi juga tugas kita bersama bagaimana menjaga lingkungan dari lingkup yang terkecil, baik lingkungan keluarga sampai dengan Kabupaten Kotawaringin Timur,” tegasnya.

Lebih lanjut, Resky menilai masyarakat Kalimantan Tengah memiliki modal sosial yang sangat kuat dalam menjaga persatuan dan kerukunan. Nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan para leluhur selama ini terbukti mampu menjadi perekat di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat.

Menurutnya, filosofi Huma Betang yang mengajarkan kehidupan yang harmonis dalam keberagaman harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Demikian pula dengan semangat Habaring Hurung yang mengandung makna gotong royong dan kebersamaan, dinilai masih sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini.

Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, menjadi kekuatan besar dalam menjaga stabilitas daerah, terutama di tengah berbagai tantangan perkembangan teknologi informasi yang kerap memunculkan potensi perpecahan akibat penyebaran informasi yang tidak benar maupun provokasi yang dapat mengganggu kerukunan masyarakat.

Melalui kegiatan Apel Sabuk Kamtibmas dan Doa Bersama Lintas Agama tersebut, Polres Kotim berharap hubungan antara kepolisian dan masyarakat semakin erat. Sinergi yang terbangun diharapkan tidak hanya terjalin dalam kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian bersama terhadap lingkungan masing-masing.

Dengan dukungan seluruh komponen masyarakat, stabilitas keamanan di Kabupaten Kotawaringin Timur diharapkan dapat terus terjaga. Kondisi yang aman dan kondusif menjadi modal penting bagi daerah untuk terus berkembang, sekaligus memberikan rasa nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas, berusaha, beribadah, maupun membangun kehidupan sosial yang harmonis.
(Sg/Fauji)

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *