SAMPIT.INDOBORNEONEWS– Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMKN 4 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, tahun ajaran ini berlangsung tertib, transparan, dan sepenuhnya berbasis sistem online sesuai ketentuan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah. Seluruh proses seleksi dipastikan berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis), mulai dari pendaftaran, verifikasi data, hingga perangkingan otomatis melalui sistem terpusat.
Kepala SMKN 4 Sampit, Rusliharyanti, menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara matang sejak awal pelaksanaan. Persiapan tersebut mencakup bimbingan teknis (BIMTEK) dari dinas, pembentukan panitia, rapat internal, hingga sosialisasi kepada masyarakat.
“Seluruh persiapan kami lakukan sesuai juknis. Kami juga membentuk panitia, mengikuti BIMTEK, dan menyampaikan informasi kepada orang tua serta calon peserta didik agar proses berjalan jelas dan terarah,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Untuk memastikan informasi tersampaikan dengan baik, sekolah juga membuka kanal komunikasi melalui grup orang tua dan calon peserta didik. Hal ini dilakukan agar setiap tahapan, mulai dari persyaratan hingga jadwal pendaftaran, dapat dipahami secara transparan.
Sementara, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum sekaligus Ketua Panitia SPMB, Bayu Fajar Winata, menjelaskan bahwa penerimaan peserta didik baru di SMKN 4 Sampit menerapkan tiga jalur sesuai ketentuan provinsi, yakni jalur reguler, afirmasi, dan domisili.
Komposisi kuota masing-masing jalur yaitu : jalur reguler 75 persen, jalur afirmasi 15 persen, serta jalur domisili atau jarak terdekat 10 persen. Jalur reguler menggunakan dasar nilai SKL (Surat Keterangan Lulus) dan transkrip nilai dari sekolah asal yang kemudian disinkronkan dengan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA).
“Nilai SKL menjadi dasar utama, tetapi tetap kami padukan dengan TKA untuk memastikan objektivitas,” jelasnya.
Sementara itu, jalur afirmasi diperuntukkan bagi peserta dari keluarga kurang mampu, pemegang KIP, KKS, serta Rumah Betang. Adapun jalur domisili ditentukan berdasarkan titik koordinat tempat tinggal yang terintegrasi dalam sistem.
Pelaksanaan SPMB di SMKN 4 Sampit sepenuhnya menggunakan sistem online terintegrasi dengan sistem provinsi. Seluruh proses seleksi berlangsung otomatis, termasuk perangkingan peserta sesuai kuota yang tersedia tanpa intervensi manual.
“Semuanya sudah berbasis sistem. Perangkingan dilakukan otomatis sehingga prosesnya lebih objektif dan dapat dipantau secara real time,” jelas Bayu.
Meski demikian, tantangan teknis masih ditemukan, terutama pada penginputan titik koordinat jalur domisili yang terkadang belum terbaca secara akurat oleh sistem.
Sebagai sekolah vokasi di wilayah Sampit, SMKN 4 Sampit membuka lima program keahlian, yakni Agribisnis Tanaman Perkebunan, Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Perhotelan, Usaha Layanan Wisata, serta Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian.
Hingga saat ini, proses pendaftaran masih berlangsung dan sejumlah kuota belum terpenuhi secara maksimal. Meski demikian, minat tertinggi tercatat pada jurusan Agribisnis Tanaman Perkebunan dan Perhotelan yang dinilai memiliki prospek kerja luas di dunia usaha dan industri.
“Dunia perkebunan dan perhotelan menjadi pilihan utama karena peluang kerja sangat terbuka, bahkan sudah dipahami oleh orang tua dan siswa,” ungkap Rusliharyanti.
Pihak sekolah juga mengimbau orang tua dan calon peserta didik untuk terus memantau perkembangan pendaftaran, karena sistem perangkingan dapat berubah secara dinamis selama masa seleksi berlangsung.
“Peringkat bisa berubah karena sistem terus memperbarui data. Jadi kami sarankan orang tua selalu memantau secara berkala,” tambah Bayu
Jika ditemukan ketidaksesuaian data, seperti perbedaan nilai input dengan dokumen SKL, pihak sekolah akan melakukan verifikasi dan klarifikasi terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.
Dengan penerapan sistem digital terintegrasi ini, SMKN 4 Sampit menegaskan komitmennya sebagai sekolah vokasi yang mengedepankan transparansi, objektivitas, dan kompetisi sehat dalam proses penerimaan peserta didik baru.
Tahapan selanjutnya adalah pengumuman hasil seleksi dan daftar ulang bagi peserta yang dinyatakan lulus sebelum memasuki kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. (Sg)












