Legislator Apresiasi Upaya Pemda Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga Wilayah Selatan

Anggota DPRD Kotim dari Dapil III, Muhammad Hafiz

SAMPIT.INDOBORNEONEWS – Upaya Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah selatan mendapat apresiasi dari anggota DPRD Kotim daerah pemilihan (Dapil) III, Muhammad Hafiz.

Pasokan air bersih hingga kini terus disalurkan ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan, terutama di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Utara, dan Teluk Sampit.

Banner Website

Hafiz mengatakan, distribusi dilakukan secara bertahap karena wilayah yang membutuhkan cukup luas. Di Mentaya Hilir Selatan saja terdapat delapan desa dan dua kelurahan yang harus mendapatkan pelayanan.

“Alhamdulillah pemerintah daerah melalui Bupati masih terus menyalurkan air bersih. Kepala desa, lurah dan LPMK juga bersinergi di lapangan. Memang karena wilayahnya luas dan armadanya terbatas, distribusinya dilakukan bertahap,” kata Muhammad Hafiz, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, persoalan air bersih semakin terasa karena sejumlah sumber air masyarakat mulai berubah menjadi payau. Kondisi tersebut membuat air dari beberapa lokasi seperti Begendang, Lepeh dan Ramban tidak lagi dapat diandalkan untuk kebutuhan minum.

Air bersih akhirnya harus didatangkan dari Sampit menggunakan armada yang tersedia. Proses tersebut membutuhkan waktu karena kendaraan harus bolak-balik mengambil air sebelum kembali mendistribusikannya kepada masyarakat.

Meski demikian, Hafiz menilai bantuan yang diberikan pemerintah daerah telah memberikan manfaat bagi masyarakat di tengah kondisi kekeringan.

Ia juga menyoroti penyaluran air bersih ke Pulau Hanaut yang memiliki tantangan tersendiri. Akses menuju sejumlah desa harus menggunakan transportasi air sehingga setelah air dikirim dari Sampit, sebagian pasokan masih harus diseberangkan menggunakan perahu atau klotok.

Di wilayah tersebut terdapat 14 desa dengan akses yang tersebar. Penyaluran dilakukan melalui beberapa titik pelabuhan, di antaranya Basirih Hulu, Semuda dan Pelingkau.

Hafiz mengakui distribusi belum sepenuhnya optimal karena faktor jarak, waktu tempuh dan keterbatasan armada. Namun, ia tetap mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang terus turun menangani kebutuhan masyarakat.

“Kalau dikatakan maksimal memang masih ada keterbatasan, terutama armada dan waktu pengiriman. Tetapi alhamdulillah bantuan air bersih ini sangat membantu masyarakat. Kita mengapresiasi pemerintah daerah yang terus bergerak memenuhi kebutuhan warga,” ujarnya.

Ia berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga hujan dapat kembali mengisi sumber-sumber air masyarakat. Perkembangan cuaca dalam sepekan ke depan menurutnya akan menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan langkah lanjutan.

Apabila hujan belum turun secara merata dan sumber air tetap payau, Hafiz mendorong adanya tambahan bantuan air minum dalam kemasan untuk warga yang paling membutuhkan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kebutuhan air konsumsi masyarakat, terutama warga dengan kondisi ekonomi terbatas.

Selain itu, koordinasi dengan RT dan perangkat desa akan diperkuat agar bantuan dapat diarahkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

Sejumlah armada pemerintah, termasuk kendaraan pemadam kebakaran, juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas distribusi air bersih.

Dengan dukungan berbagai pihak tersebut, kebutuhan dasar masyarakat di wilayah selatan diharapkan tetap terpenuhi sembari menunggu kondisi sumber air kembali normal. (Sg)

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *