Bupati Halikinnor: Pesantren Benteng Karakter Generasi Muda di Era Digital

SAMPIT, Indoborneo News – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar Seminar Anak Pesantren bertema “Tantangan Generasi Muda di Era Digital” bertempat di Aula Rumah Jabatan (Rujab) Bupati, Sabtu (30/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut Bupati Kotim, Halikinnor, menegaskan komitmennya mendukung penguatan karakter generasi muda pesantren di tengah derasnya arus digitalisasi.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Seminar seperti ini memiliki nilai yang sangat penting dan relevan, terutama dalam membentuk generasi muda pesantren yang siap menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan akhlak dan jati diri,” ujar Halikinnor.

Bupati menyebut pembangunan sumber daya manusia tidak bisa diserahkan hanya kepada satu pihak. Pemerintah, pendidik, orang tua, dan masyarakat memiliki peran penting menumbuhkan generasi yang berakhlak mulia, berkarakter kuat, cerdas, dan bertanggung jawab.

baca berita lainnya

Menurutnya, era digital memberi banyak manfaat, namun juga membawa tantangan berat. Arus informasi melalui media sosial berjalan sangat cepat dan sering memengaruhi pola pikir serta perilaku anak.

“Pendidikan karakter menjadi sangat penting. Jangan sampai generasi muda kita cerdas dalam teknologi, tetapi lemah dalam moral dan akhlak. Jangan sampai kita bicara tentang generasi emas, tetapi yang kita hasilkan justru generasi yang rapuh secara karakter,” tegasnya.

baca juga

https://indoborneonews.com/rp2125-miliar-melayang-akibat-kejahatan-jalanan-polda-kalteng-amankan-233-tersangka/

Halikinnor menekankan pendidikan harus menyiapkan anak menjadi generasi terbaik bangsa yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, memiliki empati, sopan santun, serta tetap menjunjung nilai-nilai keagamaan.

Ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam mendidik anak di era media sosial. Pendekatan pendidikan harus dilandasi kasih sayang, tanggung jawab, dan keteladanan. “Anak-anak tidak hanya membutuhkan nasihat, tetapi juga contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari,” kata Bupati.

Lebih lanjut, ia menilai pondok pesantren memiliki peran strategis menjaga nilai moral dan membentuk karakter generasi muda. Ketangguhan pesantren terbukti saat pandemi Covid-19. Ketika banyak sekolah berhenti atau sepenuhnya daring, pesantren tetap menjalankan proses pendidikan dan pembinaan karakter.

“Ini menjadi bukti bahwa pesantren memiliki daya tahan dan peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan,” ungkapnya.

Halikinnor berharap ke depan Kotawaringin Timur terus berkembang menjadi daerah yang kuat dalam pendidikan keagamaan dan pembinaan karakter. Pemkab Kotim terbuka untuk berkolaborasi dan memberikan dukungan terhadap pengembangan pondok pesantren dan lembaga pendidikan berbasis karakter.

Kepada para santri, Bupati berpesan, “Teruslah belajar, berjuang, dan menjaga akhlak. Jadilah generasi yang mampu menjadi cahaya di tengah perubahan zaman.”

(Fauji)

 

Media INDOBORNEO NEWS :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *